Home » » Peringati Hari Tani Nasional, Kelompok Tani Masyarakat Simalungun Temui KSP RI

Peringati Hari Tani Nasional, Kelompok Tani Masyarakat Simalungun Temui KSP RI

Ditulis oleh : Unknown pada Selasa, 24 September 2019 | 06.50

Peringati Hari Tani Nasional, Kelompok Tani Masyarakat Simalungun Temui KSP RI

 
Di peringatan Hari Tani Nasional yang jatuh pada Selasa (24/9/2019), kelompok tani masyarakat Simalungun mendatangi Istana Negara untuk mengadukan nasibnya kepada Presiden Jokowi. Mereka datang jauh dari Sumatera Utara dengan  permasalahan perkebunan sawit seluas 1.538 hektar yang diklaim PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Medan, Sumut selama 35 tahun. 

Kedatangannya ke Istana untuk menyerahkan surat kepada Kantor Staf Presiden (KSP) Republik Indonesia di Gedung Bina Graha, Komplek Istana Kepresidenan, Jalan Veteran, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (24/9/2019). Mereka meminta Presiden Joko Widodo segera menindaklanjuti masalah lahan yang diklaim PTPN IV tersebut. Pasalnya, meski kerap mengadukan nasibnya ke Pemprov Sumatera Utara namun hingga saat ini masalah itu tidak kunjung selesai. 

"Kami meminta kepada Pak Moeldoko (Kepala Staf Kepresidenan) atau pun Bapak Presiden untuk membantu kami. Selama ini kami mengharapkan lahan kami kembali, yang telah dikuasai oleh PTPN IV khususnya di Simalungun selama 35 tahun di mana lahan tersebut sudah diputuskan Pansus," kata perwakilan kelompok tani masyarakat Simalungun, Senen kepada wartawan di lokasi. 

Senen berharap permasalahan ini direspons Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena pihak PTPN IV belum merespons aspirasi dari kelompok tani Simalungun sampai saat ini. "Kami memohon pada Bapak Moeldoko maupun bapak presiden untuk membantu kami menyelesaikan permasalahan selama 35 tahun. Kami tunggu-tunggu belum selesai," ujarnya. 

Sejumlah kelompok tani masyarakat Simalungun yang datang ke KSP membawa sejumlah bukti berupa surat-surat. "(Surat) dari Gubernur, menyatakan penundaan HGU sementara sebelum ada penyelesaian masalah tanah. Tapi tak juga dilakukan, dan bukti-bukti yang lain seperti alas hak kita ada, peta kita punya, ada semua. Tapi nggak juga dihiraukan," tukasnya.

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM