Home » » Ratusan Seniman Bandung Gelar Aksi Damai Tolak Referendum Papua

Ratusan Seniman Bandung Gelar Aksi Damai Tolak Referendum Papua

Ditulis oleh : Unknown pada Senin, 02 September 2019 | 00.57

Bidikfakta.com- Bandung - Lebih dari 200 orang yang tergabung dalam Komunitas Seni Ruang Budaya Kalamenta menggelar aksi damai. Aksi damai tersebut berupa kegiatan seni dengan tujuan menolak referendum Papua di area Car Free Day Dago, di Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung pada Minggu 1 September 2019.

Pada acara tersebut peserta aksi didominasi oleh puluhan emak-emak yang sangat mencintai Kota Bandung. Mereka tampil dengan berbagai jenis kesenian khas Sunda yang menjadi kebanggaan warga Kota Bandung maupun Jawa Barat.

Melalui aksi seni tersebut tampak pengunjung area CFD Dago amat antusias dalam mengabadikannya. ‎Banyak pengunjung menggunakan ponselnya untuk merekam aksi dari para emak-emak yang terampil dalam melakukan tari-tari daerah dari Jawa Barat tersebut.

Selain pertunjukan seni, para seniman juga membentangkan poster berisi dukungan agar Papua tetap menjadi bagian dari NKRI. Poster tersebut bertuliskan seperti "Solidaritas Masyarakat Jabar untuk Papua Damai", "Peace Papua" "Papua Bagian dari NKRI",  dan "Save Papua".

Koordinator kegiatan aksi damai tersebut Anjar Tatang Januar menyatakan sebagai pelaku seni pihaknya amat menolak aksi kekerasan di Papua. Menurutnya warga Papua dikenal sangat santun dan jujur sehingga aksi kekerasan bisa dinegosiasikan untuk dihindari.

"Kami inginkan Papua agar tetap berada dalam pangkuan Ibu Pertiwi. Papua tidak bisa terpisahkan, bahkan di Kota Bandung itu sendiri, warga Papua sangat dihormati dan dicintai karena kesantunannya," ucap Anjar saat diwawancarai disela-sela aksi‎ damai tersebut.

Menurut Anjar para peserta aksi damai dari kalangan seniman ini dengan tegas menolak referendum dari provinsi yang ada di Indonesia Timur tersebut. "Referendum Papua bisa memecah belah persatuan Indonesia yang selama ini terjaga," ucapnya.

Disinggung mengapa memilih jalur seni dalam aksinya, Anjar menyatakan bahasa seni merupakan bahasa yang mudah dimengerti. Bahkan dengan seni bisa menyentuh hingga bagian terdalam dari hati seseorang. "Saya tahu kawan-kawan dari Papua ini lembut hatinya," katanya menambahkan.

Melalui seni pula, Anjar mengajak para pemuda dan para tokoh untuk‎ bersama-sama menunjukkan kepeduliannya terhadap Papua. Sementara itu lanjut Anjar aksi damai ini adalah aksi permulaan, nantinya akan ada aksi-aksi damai lainnya dengan mendatangkan lebih banyak seniman.

Oleh karenanya Anjar berharap kepada para seniman dan para pencinta seni di Kota Bandung maupun Jawa Barat untuk bersinergi menjaga Papua. "Jangan sampai lah kita terjebak berita bohong yang bisa memecah belah NKRI. Sekali lagi Papua adalah bagian dari NKRI yang tak terpisahkan," katanya.

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM