Home » » Seni dan Budaya untuk Tolak Referendum Papua

Seni dan Budaya untuk Tolak Referendum Papua

Ditulis oleh : Unknown pada Minggu, 01 September 2019 | 18.18

Bidikfakta.com- Komunitas masyarakat Papua di Jakarta menggelar acara  tari  Yospan di Car Free Day (CFD) di Bundaran HI Jalan MH Thamrin, Menteng, Jakpus, Minggu (1/9/2019). Acara pentas seni ini diadakan untuk mempererat hubungan dengan masyarakat Papua yang sempat merenggang akibat adanya isu rasial.

Beberapa pejabat tampak hadir seperti Menkopolhukam Wiranto, ratusan ribu warga yang tengah beraktivitas, Wiranto bahkan bernyanyi bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Purnomo, Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono dan tokoh Papua Freddy Numberi.

Mereka menyanyikan lagu 'Apuse' serta satu lagu yang bertema persatuan dan persaudaraan,  peserta pun tampak antusias mengikuti Wiranto bernyanyi.

"Tepuk tangan semua. NKRI harga mati!" seru pemandu acara

Dalam acara itu ikut juga beberapa pejabat teras lainnya seperti Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan dan Dandim 0502/JP BS Letkol (Inf) Wahyu Yudhayana. "Kegiatan ini dijaga 172 personel gabungan,"  ujar Kapolres Metro Jakpus Harry.

Sementara ketua Panitia acara Frans Ansanay mengatakan acara ini dilaksanakan untuk menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia bisa hidup bergandengan tangan.

"Generasi angkatan saya itu sudah tua, generasi ke bawah itu banyak, anak cucu kami banyak, dan di sana hidup berdampingan dengan masyarakat asli Betawi. Kami merasa diterima, kami merasa bersama masyarakat Indonesia lainnya bahkan suku lainnya juga," ujar Frans di lokasi.

Sementara itu, RATUSAN orang yang tergabung dalam Komunitas Seni Ruang Budaya Kalamenta menggelar kegiatan seni budaya, sebagai bentuk menolak referendum Papua di Car Free Day Dago, Jalan Djuanda, Kota Bandung, Minggu (1/9/2019).

Selain pada seniman, budayawan, mahasiswa dan masyarakat, kegiatan seni budaya tersebut juga diramaikan oleh puluhan ibu-ibu pencinta Budaya Kota Bandung.

Aksi tersebut cukup menarik perhatian pengunjung CFD, terlebih dengan lantunan suara alat musik serta tari- tarian khas Sunda yang ditampilkan, sehingga membuat pengunjung antusias menyaksikan pertunjukan. Selain itu, tidak sedikit warga yang mengabadikan moment ini melalui kamera ponselnya.

Selain pertunjukan seni, para seniman dan budayawan tersebut juga membentangkan poster berisi dukungan agar Papua tetap menjadi bagian dari NKRI, seperti "Solidaritas Masyarakat Jabar Untuk Papua Damai", "Peace Papua" dan "Papua Bagian dari NKRI".

Koordinator kegiatan, Anjar Tatang Januar mengatakan, sebagai pelaku seni, pihaknya menolak aksi kekerasan di Papua. Pihaknya juga menginginkan agar Papua tetap berada dalam pangkuan ibu pertiwi. Mengingat bagaimana, para pahlawan yang memperjuangkan keutuhan NKRI, dengan papua sebagai satu kesatuan.

"Kami dan teman-teman secara tegas menolak tegas referendum Papua yang dapat memecah belah persatuan Indonesia," ungkapnya.

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM