Home » » Ilham Pecandu Rokok Di Sukabumi Membutuhkan Theraphy Phisikososial

Ilham Pecandu Rokok Di Sukabumi Membutuhkan Theraphy Phisikososial

Ditulis oleh : Unknown pada Senin, 07 Oktober 2019 | 05.05

KOMNAS Perlindungan Anak:

ILHAM PECANDU ROKOK DI SUKABUMI MEMBUTUHKAN THERAPY PHSIKOSOSIAL 

Jakarta,bidikfakta.com 

Untuk mengakhiri derita Ilham (17) sebagai pecandu rokok dan menjadi korban kekerasan fisik dari masyarakat akibat perbuatan dan tingkahlakunya yang seringkali ketahuan mencuri uang, barang dan handphone untuk membeli kebutuhan rokok dan keperluan lain serta hukuman pasung di kandang kambing oleh keluarganya,  Ketua Umum Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mendesak Dinas Kesehatan   Sukabumi, Jawa Barat untuk segera melakukan "assesment" kembali untuk mengetahui therapy apa saja yang diperlukan Ilham. Cara lain untuk menyembuhkan Ilham dapat juga mengkarantinanya untuk mendapat bantuan re- integrasi phsikososial atas ketergantungan dengan rokok dan apa benar  perubahan prilaku Ilham karena dampak dari mengkomsumsi tembakau.

Lebih jauh Arist Merdeka Sirait meminta kepada masyarakat yang menemukan prilaku dan perbuatan Ilham untuk tidak melakukan  kekerasan dan main hakim sendiri.

Untuk maksud tersebut Arist mengatatakan akan segeta bertulis surat dan berkordinasi dengan Pemerintah Sukabumi khususnya Dinas Kesehatan guna mencari solusi uang terbaik untuk menyelamatkan Ilham dari deritanya.

Demikian juga, Komnas Perlindungan  meminta keluarga khususnya orangtua Ilham untuk tidak lagi menghukumnya dengan cara memasungnya di kandang kambing. Arist juga meminta kepada para pegiat anti tembakau di Indonesia untuk memberikan pertolongan  dan advokasi bagi Ilham dan keluarganya.

Dalam kesempatan terpisah, orang tua  Ilham meminta kejelasan tentang hukuman apa yang pantas bagi anaknya itu. Pasalnya remaja yang sejak kecil dikenal sebagai pecandu rokok tersebut kerap mendapatkan tindakan kekerasan dari warga sekitar rumahnya akibat ulah Ilham yang sering mencuri handphone atau barang berharga lainnya.

Warga inginnya Ilham ini terus dikurung di kandang domba agar tidak meresahkan lagi.  Saya juga tadinya mau lapor polisi tapi dipikir-pikir lagi juga lihat kesalahan Ilham. Jadi hukuman apa yang pantas bagi anak yang sakit seperti ini,  penjara rehabilitasi atau hukum rimba.Saya juga bingung ucap ayah Ilham Umar kepada sejumlah media Sabtu 5 Oktober 2019.

Umar mengatakan sesungguhnya dirinya tidaklah menerima anaknya terus diperlakukan seperti itu, bahkan saat dikurung di kandang domba Ilham sempat kesulitan bergerak tidak bisa makan seperti biasanya akibat rasa sakit yang dialami Ilham setelah dipukuli warga.

 "Dulu mah, Ilham ini disebut anak Negara dan anak asuh Pemda karena diangkat oleh salah satu dokter di Cisaat Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Sukabumi  tambah Umar.

Ayah Ilham  bahkan mengaku menjual rumahnya demi pengobatan Ilham di mana waktu itu Ilham sempat menjalani pengobatan di RSUD Syamsudin SH selama kurang lebih 1 tahun sehingga saat ini keluarganya tersebut hanya tinggal di sebuah gubuk berukuran 4  X 1,5 meter..Di rumah sakit 1 tahun rawat inap 3 kali selama 20 hari, lalu berobat jalan ke dokter syaraf tapi tidak ada perkembangan.

Pemda sudah tahu kondisi Ilham,  keluarga pun sudah minta Ilham diobati tapi jawabannya selalu sama.  Katanya itu adalah luka lama,  juga bosan katanya masa Ilham terus diobatin, ungkas Umar.

Sementara sang ibunda Ilham Nena mengulas pada bulan Maret 2019 kemarin Ilham sempat disebut-sebut akan dibawa ke Bogor untuk diobati tetapi sampai sekarang pengobatan itu tidak terlaksana. Ayahnya pernah mengajukan ke Kecamatan Nagari untuk mrndapat  pengobatan karena khawatir terus diperlakukan seperti itu.

Dari bayi memang Ilham sudah step ditambah sering dipukuli warga walaupun memang karena kesalahannya, tambah Nena.

Diberitakan sebelumnya Ilham saat berusia sekitar 7-8 tahun sempat menjadi sorotan publik dan media
nasional hingga media internasional pada tahun 2000 silam. Hal itu lantaran Ilham yang sudah menjadi perokok berat di usianya yang masih sangat belia.  Ilham yang beranjak remaja sekarang sudah berusia 17 tahun.

Untuk memastikan keberadaan  dan kondisi Ilham selain berkordinasi dengan Dinas Kesrhatan dan Dimas Sosial Sukabumi, KOMNAS Perlindungan Anak mengagendakan segera menurunkan Tim Relawan Sahabat Anak Indonesia dan Komnas Anak perwakilan Jawa Barat  untuk menemui Ilham dan keluarganya di Rumahnya di Sukabumi.

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM