Berita terkini :

Bakamla RI Kampanyekan Gerakan Anti Sampah di Sebatik

Ditulis oleh : redaksi bidikfakta pada Kamis, 17 Agustus 2017 | 20.50

Bidikfakta.com- Sebatik, 18 Agustus 2017 (Humas Bakamla RI)--- Dengan berlatar belakang kapal Bakamla RI KN 4804 Gajah Laut, Kasubdit Kerja Sama Penelitian dan Pengembangan Bakamla RI Eli Susiyanti, S.H., M.H., M.M. mengedukasi para pelajar di lingkungan Sebatik tentang pentingnya kepedulian terhadap lingkungan laut melalui sosialisasi dan kampanye anti sampah, di Dermaga Sai Pancang, Sebatik, Kamis (17/8/2017).

Dibawah teriknya matahari, Eli menyampaikan overview singkat tentang Bakamla RI. Para pelajar yang hadir memperhatikan dengan seksama ketika diperkenalkan tentang instansi maritim yang bergerak di bidang penyelenggaraan patroli keamanan dan keselamatan di perairan Indonesia tersebut. Antara lain dijelaskan tentang tugas, fungsi, personel, dan organisasi Bakamla RI. 

Menurut Eli, selain tugas patroli, Bakamla RI juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan laut dari pelanggaran berupa pencemaran atau polusi laut. Sekilas disampaikannya pula dampak sampah di laut bagi kehidupan manusia dan biota laut. Oleh karenanya, dalam suasana peringatan kemerdekaan Indonesia ke-72 ini menjadi momen yang tepat untuk menggugah kesadaran dan memberikan pemahaman kepada generasi muda penerus bangsa agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Sebagai wujud nyata dari kampanye anti sampah, saat itu juga Eli mengajak para pelajar untuk memungut sampah disekitar dermaga.

Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan openship KN Gajah Laut. Komandan Kapal Mayor (P) Bambang Arif Hermawan menyambut dan memberikan pengenalan tentang kapal kepada para pejabat dan pelajar setempat yang datang berkunjung, antara lain Dirjen PPMKD Kemendesa didampingi jajarannya, pejabat dari BNN Sebatik, pejabat Pemprov Kalimantan Utara, Siswa dan siswi SMA 1 Sebatik, dan PMR Sebatik yang merupakan gabungan seluruh pelajar di Sebatik.


Autentikasi :
Kasubbag Humas Bakamla RI, Kapten Marinir Mardiono
Foto-foto : Humas Bakamla RI

SESKOAL LAKSANAKAN DOA BERSAMA

Bidikfakta.com - Seskoal,- Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut  (Seskoal) menggelar doa bersama yang dipimpin Sekretaris Lembaga Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut ( Seklem Seskoal) Kolonel Laut (P) Gusmaidi, S. Mn., M.M. dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun  ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), Kamis (17/8) yang dilaksanakan dibeberapa tempat antara lain Umat Islam di Masjid Nurul Huda Seskoal Cipulir, Kristen di Gereja Katolik ST. Matius Penginjil Jakarta, Hindu di Pura Mustika Dharma Cijantung Jakarta Timur

Kegiatan doa bersama yang bertemakan Muroja'ah untuk meningkatkan rasa 'Berkasih Sayang' dilaksanakan secara serentak selama satu jam, mulai pukul 17.00 WIB hingga 18.00 WIB untuk mengajak seluruh umat beragama mendoakan agar bangsa Indonesia tidak terpecah belah dan bersatu mempertahankan NKRI.

Dalam sambutan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang dibacakan Seklem Seskoal Kolonel Laut (P) Gusmaidi, S. Mn., M.M mengatakan bahwa doa bersama dan Muroja'ah 171717 akan menjadi landasan yang kokoh sekaligus menggelorakan kembali semangat persatuan kesatuan di antara seluruh warga Indonesia.
Dengan Indonesia yang lebih berkasih sayang, saling mengasihi dan menyayangi dalam keberagaman merupakan landasan yang kokoh gelorakan persatuan bangsa,"

Panglima menjelaskan, persatuan yang dimaksud adalah persatuan dan kesatuan dalam keberagaman yang sangat indah dan kaya; persatuan dan kesatuan dalam kerangka Bhinneka Tunggal Ika; dan persatuan dan kesatuan untuk mewujudkan cita-cita luhur bangsa Indonesia. Memaknai kemerdekaan yang telah kita nikmati bersama selama 72 tahun sudah sepatutnya untuk disyukuri karena Indonesia tidak hanya dikaruniai kemerdekaan, tetapi juga karena dilahirkan sebagai bangsa patriot petarung dan sekaligus bangsa pemenang.

"Melalui perjuangan anak bangsa yang percaya kepada kemampuan sendiri, dengan senjata apa adanya, seraya menggelorakan semangat gotong royong, sehingga memunculkan energi sosial yang mengobarkan semangat "Merdeka Atau Mati", lanjut Jenderal Bintang Empat ini. Energi sosial tersebut bisa muncul karena mobilisasi kekuatan umat, santri, dan pemuda serta segenap komponen bangsa oleh para tokoh agama, ulama, kiai, habaib, pendeta, pastor, pinandita, biksu dan tokoh nasionalis. 

Doa Bersama diikuti 400 orang terdiri dari Pejabat Utama Seskoal, Perwira, Bintara, Tamtama dan ASN Seskoal, Patun dan Dosen serta Pasis Dikreg Seskoal Angkatan ke-55 dan Pasis Dikmatra TNI AL TP 2017 yang menggunakan ikat kepala bendera merah putih. Dengan Koordinator acara Kolonel Marinir Supardi.

Kasad Pimpin Ribuan Warga Mabesad Doa Bersama 171717 " Muroja'ah Untuk Lebih Berkasih Sayang"

Bidikfakta.com - Jakarta, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono memimpin ribuan prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berdinas di Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad) dalam pelaksanaan Doa Bersama "171717", Acara yang bertema Murojaah Untuk Lebih Berkasih Sayang, ini digelar di Masjid At-Taqwa, Mabesad, Jakarta Pusat. Kamis (1718/2017).

Acara ini akan dihadiri oleh 35 orang hafldz, dan I)Lima orang ulama. Adapun ulama yang diagendakan hadir dalam Doa Bersama 171717 yaitu, Syekh Ahmad Almisri, KH. Husni Ismail. MA, KH. Muchtar Ilyas, KH Ahmad Khosasih, dan KH. DR. Sibroh Malisih, MA.

Rangkaian acara dimulai dengan pertunjukan Hadroh Marawis, dilanjutkan dengan pembukaan oleh MC, kemudian sambutan oleh Kasad, disambung dengan sambutan dan pewakilan Tokoh Agama. Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan Khataman Al-Quran oleh para hafidz, diikuti seluruh jamaah yang hadir. Selanjutnya, pembacaan doa Hotmil Quran, disambung pelaksanaan shalat Magrib berjamaah, dan ditutup dengan acara ramah tamah.

Penyelenggaraan Doa Bersama di tanggal 17 Agustus, pukul 17.00 WIB Tahun 2017 (171717) digagas oleh Panglima TNI Jenderal TNl Gatot Nurmantyo, dalam rangka memperingati HUT ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia. Gerakan berdoa bersama selama satu jam ini didasari oleh keprihatinan akan situasi sosial Bangsa Indonesia yang saat ini sedang menghadapi ancaman persatuan dan kesatuan. 

Tujuan diselenggarakannya Do'a Bersama 171717 ini adalah, agar masyarakat Indonesia lebih mengedepankan kasih sayang dalam menjalani kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Harapannya, dengan kasih sayang sebagaimana yang menjadi salah satu sifat Tuhan, maka berbagai persoalan bangsa akan dapat diatasi dengan baik.
Dilingkungan Mabesad sendiri, pelaksanaan Doa Bersama dilakukan di empat lokasi berbeda. Umat Islam di Masjid At-Taqwa, Umat Katholik di Gedung C lantai 10, Umat Protestan di Gedung Jenderal Besar AH Nasution lantai 2, sedangkan Umat Hindu di gedung B lantai 5, Mabesad.


Kasad membacakan amanat tertulis Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa, gerakan doa bersama secara serentak dilaksanakan prajurit TNI di seluruh wilayah Indonesia bahkan seluruh prajurit TNI bersama masyarakat pada tanggal 17 Agustus pukul 17.00 tahun 2017 selama satu jam, bertujuan agar sesama anak bangsa Indonesia  Untuk Lebih Kasih Sayang.

 Indonesia yang makin saling mengasihi dan menyayangi dalam keberagaman, kita semua tentu juga berdoa semoga kebersamaan dan ikatan yang sangat baik ini akan menjadi landasan yang kokoh sekaligus menggelorakan kembali semangat persatuan kesatuan diantara seluruh warga bangsa Indonesia.

Persatuan dan kesatuan dalam keberagaman yang  sangat indah dan kaya. Persatuan  dan kesatuan dalam kerangka Bhinneka Tunggal Ika. Persatuan dan kesatuan untuk mewujudkan cita-cita luhur bangsa Indonesia. Agar kita sesama anak bangsa tetap dapat menjaga kebersamaan, persatuan dan keutuhan dalam bingkai NKRI.

Panglima TNI juga mengatakan bahwa Kemerdekaan Republik Indonesia itu berkat rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga kita semua wajib bersyukur atas kemerdekaan yang telah diberikan-Nya. "Mari seluruh komponen anak bangsa memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa mudah-mudahan semua dikabulkan agar Indonesia penuh dengan kasih sayang antar sesama, rukun dan damai," ujar Panglima TNI.
(RD)

Kasad Pimpin Ribuan Warga Mabesad Doa Bersama 171717 " Muroja'ah Untuk Lebih Berkasih Sayang"

Bidikfakta.com - Jakarta, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono memimpin ribuan prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berdinas di Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad) dalam pelaksanaan Doa Bersama "171717", Acara yang bertema Murojaah Untuk Lebih Berkasih Sayang, ini digelar di Masjid At-Taqwa, Mabesad, Jakarta Pusat. Kamis (1718/2017).

Acara ini akan dihadiri oleh 35 orang hafldz, dan I)Lima orang ulama. Adapun ulama yang diagendakan hadir dalam Doa Bersama 171717 yaitu, Syekh Ahmad Almisri, KH. Husni Ismail. MA, KH. Muchtar Ilyas, KH Ahmad Khosasih, dan KH. DR. Sibroh Malisih, MA.

Rangkaian acara dimulai dengan pertunjukan Hadroh Marawis, dilanjutkan dengan pembukaan oleh MC, kemudian sambutan oleh Kasad, disambung dengan sambutan dan pewakilan Tokoh Agama. Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan Khataman Al-Quran oleh para hafidz, diikuti seluruh jamaah yang hadir. Selanjutnya, pembacaan doa Hotmil Quran, disambung pelaksanaan shalat Magrib berjamaah, dan ditutup dengan acara ramah tamah.

Penyelenggaraan Doa Bersama di tanggal 17 Agustus, pukul 17.00 WIB Tahun 2017 (171717) digagas oleh Panglima TNI Jenderal TNl Gatot Nurmantyo, dalam rangka memperingati HUT ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia. Gerakan berdoa bersama selama satu jam ini didasari oleh keprihatinan akan situasi sosial Bangsa Indonesia yang saat ini sedang menghadapi ancaman persatuan dan kesatuan. 

Tujuan diselenggarakannya Do'a Bersama 171717 ini adalah, agar masyarakat Indonesia lebih mengedepankan kasih sayang dalam menjalani kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Harapannya, dengan kasih sayang sebagaimana yang menjadi salah satu sifat Tuhan, maka berbagai persoalan bangsa akan dapat diatasi dengan baik.
Dilingkungan Mabesad sendiri, pelaksanaan Doa Bersama dilakukan di empat lokasi berbeda. Umat Islam di Masjid At-Taqwa, Umat Katholik di Gedung C lantai 10, Umat Protestan di Gedung Jenderal Besar AH Nasution lantai 2, sedangkan Umat Hindu di gedung B lantai 5, Mabesad.


Kasad membacakan amanat tertulis Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa, gerakan doa bersama secara serentak dilaksanakan prajurit TNI di seluruh wilayah Indonesia bahkan seluruh prajurit TNI bersama masyarakat pada tanggal 17 Agustus pukul 17.00 tahun 2017 selama satu jam, bertujuan agar sesama anak bangsa Indonesia  Untuk Lebih Kasih Sayang.

 Indonesia yang makin saling mengasihi dan menyayangi dalam keberagaman, kita semua tentu juga berdoa semoga kebersamaan dan ikatan yang sangat baik ini akan menjadi landasan yang kokoh sekaligus menggelorakan kembali semangat persatuan kesatuan diantara seluruh warga bangsa Indonesia.

Persatuan dan kesatuan dalam keberagaman yang  sangat indah dan kaya. Persatuan  dan kesatuan dalam kerangka Bhinneka Tunggal Ika. Persatuan dan kesatuan untuk mewujudkan cita-cita luhur bangsa Indonesia. Agar kita sesama anak bangsa tetap dapat menjaga kebersamaan, persatuan dan keutuhan dalam bingkai NKRI.

Panglima TNI juga mengatakan bahwa Kemerdekaan Republik Indonesia itu berkat rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga kita semua wajib bersyukur atas kemerdekaan yang telah diberikan-Nya. "Mari seluruh komponen anak bangsa memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa mudah-mudahan semua dikabulkan agar Indonesia penuh dengan kasih sayang antar sesama, rukun dan damai," ujar Panglima TNI.
(RD)

Kostrad Gelar Doa Bersama 17 17 17 Untuk Indonesia Lebih Kasih Sayang

(Penkostrad. Kamis,17 Agustus 2017). Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72, pada tanggal 17 Agustus 2017,  Prajurit dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Markas Kostrad bersama-sama  masyarakat sekitar menggelar  Doa Bersama 17 17 17 (tanggal 17 Agustus pukul 17.00 tahun 2017) yang bertemakan "Muroja'ah Untuk Indonesia Lebih Berkasih Sayang". dipimpin oleh Ustadz Azhari, SQ. S.Th. I dari Perguruan Tinggi Ilmu Alquran Jakarta.

Kegiatan Doa Bersama 17 17 17 yang digagas oleh Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dilaksanakan 
di Markas atau kantor satuan jajaran TNI AD, TNI AL dan TNI AU selama satu jam (17.00 s.d. 18.00) waktu setempat di seluruh wilayah Indonesia.

Pada kesempatan tersebut Panglima Kostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi membacakan amanat tertulis Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa, gerakan doa bersama secara serentak dilaksanakan prajurit TNI di seluruh wilayah Indonesia bahkan seluruh prajurit TNI bersama masyarakat pada tanggal 17 Agustus pukul 17.00 tahun 2017 selama satu jam, bertujuan agar sesama anak bangsa Indonesia  Untuk Lebih Kasih Sayang, Indonesia yang makin saling mengasihi dan menyayangi dalam keberagaman, kita semua tentu juga berdoa semoga kebersamaan dan ikatan yang sangat baik ini akan menjadi landasan yang kokoh sekaligus menggelorakan kembali semangat persatuan kesatuan diantara seluruh warga bangsa Indonesia. Persatuan dan kesatuan dalam keberagaman  
yang  sangat indah dan kaya. Persatuan  dan kesatuan dalam kerangka Bhinneka Tunggal Ika. Persatuan dan kesatuan untuk mewujudkan cita-cita luhur bangsa Indonesia. Agar kita sesama anak bangsa tetap dapat menjaga kebersamaan, persatuan dan keutuhan dalam bingkai NKRI.

Panglima TNI juga mengatakan bahwa Kemerdekaan Republik Indonesia itu berkat rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga kita semua wajib bersyukur atas kemerdekaan yang telah diberikan-Nya. "Mari seluruh komponen anak bangsa memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa mudah-mudahan semua dikabulkan agar Indonesia penuh dengan kasih sayang antar sesama, rukun dan damai," ujar Panglima TNI

Dia menjelaskan bahwa tanggal 17 Agustus 1945 merupakan hari bersejarah dan hari kemerdekaan bangsa Indonesia berkat jasa para pahlawan kusuma bangsa.

"Jangan lupa, kemerdekaan direbut oleh para pahlawan kusuma bangsa yang mempunyai keinginan luhur untuk merdeka, sehingga kita wajib mendoakan mereka agar diterima disisi Tuhan Yang Maha Esa," katanya.

Kegiatan doa bersama 17 17 17 yang dilaksanakan bertepatan dengan HUT ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai bentuk implementasi dari Sila  Pertama Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa.

Sementara itu Wakil Kepala Pembinaan Mental Kostrad  Letnan Kolonel Inf Mochamad Hery menyampaikan untuk prajurit dan ASN Markas Kostrad yang beragama Islam melaksanakan doa bersama di Masjid Asy-Syuhada Markas Kostrad, Gambir, Jakarta Pusat, sedangkan yang beragama Kristen Protestan kegiatan doa bersama di Gereja Paroki, Cijantung, Jakarta Timur, agama Kristen Katholik kegiatan doa bersama di adakan di gereja St. Yoseph Matraman, Jakarta Timur, sedangkan untuk beragama Hindu kegiatan doa bersama di Pura Mustika Dharma Cijantung, Jakarta Timur.

Autentikasi :
Kapen Kostrad, Letkol Inf Putra Widyawinaya
HP. 082177771997

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM