Berita terkini :

BAZNAS RAIH PREDIKAT WAJAR TANPA PENGECUALIAN

Ditulis oleh : redaksi bidikfakta pada Rabu, 24 Mei 2017 | 01.59

Bidikfakta.com- Jakarta, Laporan keuangan badan amil zakat nasionaltahun 2016 Maharani predikat Wajar Tanpa Pengecualian ( WTP ), predikat tersebut mengacu pada penilaian kantor akuntan publik Achmad Raharjo No. 039/AT/GA-LAI/2017  tertanggal 13 April 2017.

Menurut Keua Badan Amil Zakat Nasional ( BAZNAS ), Profesor Dr Bambang Sudibyo MBA,CA mengatakan pencapaian ini melengkapi prestasi yang sama pada tahun -tahun sebelumnya sejak BAZNAS didirikan.

" Predikat WTP ini membuktikan BAZNAS adalah institusi pemerintah yang terpercaya dan akuntabel dalam pengelolaan keuangan", kata Ketua BAZNAS, Bambang Sudibyo dalam Konferensi pers di kantor pusat BAZNAS, Jakarta ( 24/5/2017 ).

Predikat WTP ini adalah hasil pemeriksaan akuntan publik terhadap laporan keuangan yang disusun berdasarkan standar akuntansi dan audit menggunakan norma pemeriksaan akuntansi zakat PSAK 109 tahun 2012.

Sebagai lembaga pemerintahan non struktural BAZNAS akan selalu menjaga akuntabilitas dan transparansi keuangan. Terlebih BAZNAS ditugaskan untuk mengelola dana umat sesuai amanat undang-undang nomor 23 tahun 2011 tentang pengelolaan zakat.

Dengan capaian ini diharapkan masyarakat akan semakin mempercayakan zakat, infak dan sedekahnya melalui BAZNAS. Sehingga akan makin banyak mustahik yang menerima manfaatnya. Selama tahun 2016, kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS meningkat 20% yang dapat dilihat dari kenaikan penghimpunan dana publik.

Penghimpun zakat, infak dan sedekah secara Nasional sebesar Rp5,12 Triliun. Angka ini dicapai dari penghimpunan BAZNAS Pusat sebesar Rp111,690 Miliar ditambah dengan penghimpunan dari BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kabupaten/ Daerah serta Lembaga Amil Zakat se- Indonesia.

Pendistribusian dan pendayagunaan zakat, infak dan sedekah pada tahun 2016 telah mencapai kategori memuaskan dengan penyaluran sebesar 75 persen dari dana yang terhimpun. Angka penyaluran pada BAZNAS Pusat selama tahun 2016 sebesar Rp83,2 Miliar.

BAZNAS memiliki berbagai program penyaluran zakat baik yang sifatnya santunan maupun pemberdayaan. Khusus pada bulan Ramadhan 1438 H ini, BAZNAS akan membuat program - program yang makin bermanfaat bagi mustahik seperti" RAMADHAN BARENG, RAMADHAN BAHAGIA",Umar Bin Khattab, 99 Masjid Cemerlang, Teras Sehat, Paket Ramadhan Bahagia, Peluncuran Buku Khutbah Zakat, BAZNAS Peduli Narapidana Wanita dan Siaga Mudik.
(RD)

Mudik Bersama Nu Green Tea, Rasakan Manisnya Berkumpul Kembali Bersama Keluarga di Hari Raya Idul Fitri

Ditulis oleh : redaksi bidikfakta pada Selasa, 23 Mei 2017 | 10.34

Bidikfakta.com - Jakarta,  Tidak terasa lebaran sebentar lagi, mari siapkan iman dan hati yang bersih. Hari Raya Idul Fitri selain dijadikan sebagai moment berkumpulnya seluruh keluarga. namun ada moment yang tak bisa dilupakan dan menjadi tradisi menjelang datangnya hari lebaran , yaitu mudik ke kampung halaman  masing- masing, semua orang rela berdesak- desakan, dan rela berjam -jam terjebak macet di jalan. Semua itu dilakukan hanya untuk pulang ke kampung halaman tercinta. hanya untuk berkumpul bersilaturahmi dengan keluarga besar.

Mengikuti kesuksesan acara mudik bareng di tahun 2016 yang diselenggarakan di tiga kota yaitu Semarang, Jogjakarta dan Lampung, tahun ini Nu Green Tea kembali membawa manisnya moment berkumpul bersama keluarga melalui acara " Nu Green Tea mudik bareng 2017 " bersama 300 peserta mudik dari 15 universitas yang terpilih.

Peserta yang terpilih akan diberangkatkan dari Institut Pertanian Bogor, Dermaga, dengan 6 bus eksekutif ke kota -kota tujuan mereka yaitu Simpang Lima di Semarang, Malioboro di Yogyakarta dan GOR Saburai untuk Lampung. Dan untuk lebih memeriahkan acara mudik bareng ini akan ada acara pelepasan yang dilaksanakan pada 17 Juni 2017 di IPB Dermaga ,Bogor.

Sebagai pionir minuman green tea pertama yang hadir di Indonesia,  Nu Green Tea kini hadir kembali mengusung bentuk apresiasi kepada pelanggan setianya dalam bentuk partisipasi penyediaan sarana dan prasarana untuk pemudik khususnya mahasiswa yang merupakan target utama dari peminum brand Nu Green Tea.

Nu Green Tea sangat mengerti bahwa perayaan hari raya Lebaran atau Idul Fitri merupakan momentum bagi masyarakat Indonesia untuk berkumpul bersama keluarganya, tidak hanya bekerja merantau yang ditunggu-tunggu oleh sanak saudara mereka di kampung halaman, namun mahasiswa yang sedang melanjutkan studi mereka juga merupakan orang yang sangat ingin berjumpa dengan keluarganya, momentum ini bagi masyarakat Indonesia merupakan waktu yang sakral untuk bertemu dan melepas kangen. Manisnya momen perayaan sambil berkumpul dan bersilaturahmi bersama keluarga tidak bisa tergantikan meski beragam alat komunikasi kini sudah berkembang semakin canggih.

Nu Green Tea hadir dan mengerti keinginan mahasiswa yang ingin pulang, maka dari itu mudik bareng ini merupakan bentuk komitmen Nu Green Tea yang ingin mendukung dan mewujudkan keinginan mahasiswa untuk melakukan perjalanan mudik yang aman dan nyaman seperti tiap Teguk Nu Green Tea yang terasa manis  moment hari raya akan terasa manis juga jika dirayakan bersama dengan keluarga di kampung halaman. Bersama Nu Green Tea rasakan manisnya berkumpul kembali bersama keluarga di hari raya Idul Fitri.

Para mahasiswa yang ingin ikut mudik bareng, dapat melakukan registrasi dengan mudah melalui roadshow yang akan diselenggarakan oleh Nu Green Tea. Khususnya di 15 titik universitas di Jabodetabek,  mahasiswa yang ingin mengikuti mudik bareng, dapat mengisi formulir pendaftaran dan mengembalikan formulir beserta kelengkapan Persyaratan yang telah ditentukan oleh Nu Green Tea.

Rena Lesmana selaku brand Manager Nu Green Tea mengatakan " para peserta yang terpilih akan diberangkatkan dari Institut Pertanian Bogor, Dermaga, dengan 6 bus eksekutif ke kota -kota tujuan mereka. Caranya sangat mudah, yaitu hanya dengan mengumpulkan sepuluh tutup botol Nu Green Tea, lalu melakukan registrasi di roadshow kami, dan di verifikasi, maka para mahasiswa tersebut sudah bisa mudik  bersama Nu Green Tea", tutur Rena, di acara Media Gathering yang bertempat di Cafe Hongkong, Menteng, Jakarta Pusat ( 23/5/2017 ).

"Jadwal roadshow di kampus -kampus selalu kami update, dan kami informasikan lewat sosial media", pungkasnya.
(RD)

Volume Penumpang Tembus Satu Juta, PT KCJ Tambah Vending Mesin Baru

Bidikfakta.com - Jakarta, Dalam mendukung penambahan volume pengguna kereta rel listrik ( KRL ) Jabodetabek yang telah menembus angka satu juta pengguna per hari pada bulan Mei ini, PT KAI Commuter Jabodetabek melakukan penambahan perangkat 186 unit vending machine jumlah tersebut akan terus bertambah hingga mencapai 400 unit sepanjang tahun 2017.

Mesin produksi tahun 2017 ini terdiri dari Commuter Vending Machine ( C- Vim ) khusus transaksi Kartu Multi Trip ( KMT ) dan C- Vim khusus transaksi Tiket Harian Berjaminan ( THB ).  Pembedaan ini dilakukan agar tidak lagi bercampur antara KMT dan THB, spesifikasi fisik C- Vim  KMT yang lebih kecil juga membuat mesin jenis ini lebih fleksibel untuk ditempatkan di stasiun.

" Pengembangan Commuter Vending Machine ( C- Vim ) baru ini dilakukan secara bertahap mulai awal tahun 2017. Dan kami akan terus menambahkan unitnya seiring dengan peningkatan volume penumpang KRL dan Hal ini tentu telah kami perhitungkan dengan matang guna optimalisasi pelayanan", ujar Direktur Utama PT KCJ, Muhammad Nurul Fadhila, saat konferensi pers di ruang rapat kantor KCJ, Stasiun Juanda, Jakarta Pusat ( 23/5/2017 ).

Seiring dengan penambahan C - Vim, PT KCJ mulai merealisasikan secara bertahap pengurangan loket disejumlah stasiun, loket nantinya hanya melayani penjualan KMT baru dan penyelesaian keluhan terkait transaksi e-ticketing.  Pengurangan loket sebelumnya sudah diuji coba pada sejumlah stasiun, antara lain stasiun Bogor, Pondok Cina, Manggarai, Bekasi, Sudirman, Juanda, Jakarta kota, Palmerah dan Pondok Ranji.

Berbagai pengembangan dalam pelayanan KRL masih akan terus dilakukan PT KCJ guna menjadi pilihan utama dalam transportasi perkotaan, pembaruan sejumlah fasilitas diharapkan memberi semakin banyak kemudahan bagi masyarakat yang bertransportasi dengan KRL.

Kebijakan mengurangi loket ini sejalan dengan pola perilaku serta kebutuhan pengguna pada stasiun-stasiun tersebut yang semakin paham menggunakan C - Vim, serta semakin banyak menggunakan KMT. Dalam jangka panjang stasiun- stasiun dengan sejumlah vending machine dan satu loket ini akan menjadi contoh nyata dukungan sektor transportasi publik khususnya operator dan para pengguna KRL dalam terhadap program pemerintah mewujudkan masyarakat non-tunai dan modernisasi sistem transaksi.

Mesin produksi tahun 2017 ini terdiri dari C- Vim khusus transaksi Kartu Multi Trip ( KMT ), dan C- Vim khusus transaksi Tiket Harian Berjaminan ( THB ).  Pembedaan ini dilakukan agar antrian pengguna tidak lagi bercampur antara KMT dan THB, spesifikasi fisik C- Vim KMT yang lebih kecil juga membuat mesin jenis ini lebih fleksibel untuk ditempatkan di stasiun.

Dengan bertambahnya jumlah mesin, maka jumlah stasiun yang memiliki fasilitas C- Vim juga bertambah. Sejak akhir tahun 2015 telah hadir 50 C- Vim di 13 stasiun. Dengan tambahan 186 unit maka secara keseluruhan akan ada 43 stasiun yang memiliki fasilitas C-Vim. Stasiun yang akan segera kedatangan C- Vim antara lain adalah Kebayoran, Parung Panjang, Maja, Cibinong, Jatinegara, Duren Kalibata, serta seluruh Stasiun layang Cikini hingga Jayakarta " dengan menghadirkan C- Vim di semakin banyak Stasiun, kami berharap pengguna semakin terbiasa melakukan transaksi  e-ticketing di mesin ini",pungkas Fadhil.
(RD)

Respon Majelis Agung Pribumi Nusantara Indonesia Atas Kondisi Pribumi Dalam Asta Gatra Nasional

Bidikfakta.com - Jakarta, Majelis Agung Pribumi Nusantara merupakan sebuah perkumpulan yang beranggotakan orang - orang dari berbagai latar belakang etnis, agama, pekerjaan dan organisasi kemasyarakatan lainnya yang memiliki kepedulian tinggi terhadap nasib pribumi Indonesia, netral dan independent dalam menjalankan tugas.

Dengan makin tajamnya tingkat kesenjangan pribumi Indonesia  yang dirasa tidak terpenuhinya keadilan sosial atas pengelolaan sumber daya alam Indonesia yang dikuasai oleh pemilik modal ( kapitalis ) asing maupun lokal, membuat posisi pribumi Indonesia kian terasingkan di negeri sendiri. Ditambah dengan berbagai kebijakan negara yang tidak berpihak pada rakyat Indonesia khususnya pribumi.

Majelis Agung Pribumi Nusantara Indonesia inj di prakarsai oleh Dr.H.MS Ka'ban, M.Si dan Dr. M. Dahrin La Ode, M.Si di Universitas Ibnu Khaldun, Bogor, Jawa Barat, pada tanggal 22 Februari 2017.

Majelis ini bertujuan untuk menanggapi isu kritis mengenai peran dan posisi pribumi dalam semua aspek dalam Asta Gatra Nasional yang semakin memprihatinkan. Kondisi itu akibat dari kebijakan negara yang tidak berpihak pada rakyat Indonesia, sebagaimana yang diamanahkan dalam UUD 1945 asli serta mendorong Pemerintah untuk mengambil kebijakan yang lebih mengutamakan rakyat Indonesia yaitu Pribumi Nusantara Indonesia.

Dalam rangka upaya mencapai tujuan itu akan ditindak lanjuti dengan tiga kegiatan yaitu  yang pertama, Deklarasi majelis Agung Pribumi Nusantara Indonesia. Kedua, seminar Nasional  pra Kongres Pribumi Nusantara Indonesia untuk membahas tentang status sosial politik Pribumi Nusantara Indonesia menurut paradigma tiap - tiap aspek dalam Asta Gatra Nasional. Ketiga, kegiatan Kongres Pribumi Nusantara Indonesia.

Bastian P Simanjuntak selaku Presiden Gerakan Pribumi Indonesia ( GEPRINDO ) dalam sambutannya mengatakan " sebagai Pribumi Nusantara Indonesia,  Kami mempersiapkan acara kongres Pribumi Nusantara Indonesia yang nanti di dalam acara kongres tersebut akan memutuskan hal -hal penting terkait masa depan bangsa Indonesia khususnya pribumi Indonesia, segala aspirasi dari seluruh provinsi di Indonesia dari berbagai elemen masyarakat , dari tokoh masyarakat adat dari tokoh atau kelompok agama dari pelajar dan mahasiswa", ujarnya, saat acara Deklarasi dan konferensi pers Pribumi Nusantara Indonesia, yang bertempat di Hotel Crown, Jakarta Selatan ( 23/5/2017 ).

" Dari buruh tani, nelayan dan segala elemen bangsa Indonesia kita akan kumpulkan di dalam perkumpulan yang bernama Majelis Agung Pribumi Nusantara ini dan nanti di Kongres tersebut mudah- mudahan bisa menjadi awal dari lembaga tinggi di luar pemerintahan. Kami ingin membangkitkan rasa nasionalisme pribumi indonesia dan meningkatkan harga diri bangsa Indonesia, tujuannya untuk kembali mengingatkan bagaimana cita - cita Indonesia", pungkasnya.
(RD)

Dua Bocah Kaka Beradik Tewas Tenggelam di Suangai Lapak Pesantunan Brebes

Ditulis oleh : redaksi bidikfakta pada Senin, 22 Mei 2017 | 20.26

Brebes, Bidikfakta.com

Usia tidak ada yang bisa mengukur, begitu juga dengan 2 bocah yang tergolong masih anak2. Keceriaan dan canda tawanya kini hilang setelah tenggelam di sungai Lapak Desa Pesantunan Kec. Wanasari Kab. Brebes. Pada hari Senin sore pukul 15.15 (22/5/2017) Fajar Dwi Permana (6) dan Dian Putra Pratama (8) bersama dua temannya berniat mencari ikan di sekitar sungai lapak tapi musibahpun tak dapat ditolak, Fajar terpeleset hingga jatuh ke sungai lapak, melihat adiknya jatuh kakaknya (Dian:red) berusaha menolongnya tapi naas nya Dian ternyata tidak bisa berenang akhirnya keduanya tenggelam.
Melihat kedua temannya jatuh ke sungai langsung dua teman lainnya meminta bantuan warga setempat. Setelah dilakukan pencarian korban tenggelam ditemukan saat itu juga. 
Kepala Desa Pesantunan Muroi ketika dimintai keterangan lewat telepon menjelaskan bahwa korban memang benar warga desa pesantunan RT 5 RW 8 Kec. Wanasari, saat korban ditemukan sudah meninggal terus di bawa ke RS Bhakti Asih Brebes untuk dilakikan visum setelah selesai langsung di bawa pulang ke rumah duka untuk dimakamkan, tutur Muroi.
AKP Wagito Kapolsek Wanasari membenarkan kejadian tersebut dan korban sudah diserahkan ke pihak keluarga, terangnya.

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM