Berita terkini :

Tim Dayung Lantamal XII Pontianak Raih Juara I "TNI Dragon Boat Race 2018" Se Kalimantan Barat

Ditulis oleh : redaksi bidikfakta pada Senin, 24 September 2018 | 07.57

Bidikfakta.com- Jakarta, 24 September 2018,-- Tim Dayung Dragon Boat Lantamal XII berhasil mempersembahkan Juara Pertama pada Lomba Dragon Boat Race Se Kalimantan Barat bertajuk "TNI Dragon Boat Race 2018" yang diselenggarakan oleh Kodam XII/Tanjungpura bekerjasama dengan PODSI Provinsi Kalbar dalam rangka memperingati HUT Ke-73 TNI Tahun 2018 bertempat di Sungai Jawi Kota Pontianak Kalbar, Minggu (23/9).

Kegiatan "TNI Dragon Boat Race 2018" dibuka ditandai dengan menabuh genderang oleh Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI Achmad Supriyadi bersama-sama Kapolda Kalbar Irjen Pol Drs. Didi Haryono, S.H., M.H.,, Danlantamal XII Pontianak Laksamana Pertama TNI Greg. Agung W.D., M.Tr (Han), Perwakilan Lanud Supadio, dan Pengurus PODSI Provinsi Kalbar. 

Gelar "TNI Dragon Boat Race 2018" diawali laporan Panitia penyelenggara dilanjutkan sambutan Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Achmad Supriadi. Dalam sambutan Pangdam XII/ Tpr mengatakan bahwa diselenggarakannya olahraga dayung ini bertujuan sebagai sarana mempererat silaturahmi, sebagai penyebar semangat persatuan dan kesatuan bangsa, membangkitkan jiwa nasionalisme serta melestarikan budaya nusantara. Selama pelaksanaan lomba berlangsung agar mengeluarkan segenap kemampuan yang dimiliki untuk menjadi yang terbaik, namun yang terpenting peserta wajib menjunjung nilai persatuan dan kesatuan, persahabatan, sportivitas dan soliditas antar peserta lomba.

Sementara itu, Danlantamal XII Laksamana Pertama TNI Greg. Agung W.D., M.Tr (Han) selaku Pembina PODSI Provinsi Kalbar menyampaikan bahwa dengan digelarnya event ini diharapkan akan terlahir generasi muda yang tangguh dan mampu berprestasi di cabang olahraga dayung untuk mengharumkan Provinsi Kalimantan Barat di tingkat nasional maupun internasional. Dalam pembinaan atlet dayung harus lebih terkonsentrasi dan terencana, teratur dan berlanjut, sehingga akan terlahir calon atlet dayung yang diandalkan, karena dengan latihan yang keras dan teratur serta disiplin tinggi akan mampu meningkatkan kemampuan dan mental kejuangan.

Lomba dayung perahu naga yang diselenggarakan Kodam XII/Tanjungpura selaku panitia penyelenggara dalam rangka memperingati HUT Ke-73 TNI Tahun 2018 diikuti 32 peserta umum dari berbagai Club dan Tim dari Kabupaten/Kota daerah Provinsi Kalimantan Barat serta atlet TNI/Polri yang ikut meramaikan event tersebut, dengan hadiah puluhan juta rupiah sebagai hadiah pembinaan para atlet. 

Pada event "TNI Dragon Boat Race 2018" tersebut, berhasil sebagai pemenang masing-masing Juara Pertama Kabupaten Mempawah dengan catatan waktu (58" 81),  Juara Kedua Elang Perkasa dari Kota Pontianak catatan waktu (58"85), Juara Ketiga Club Sambas Kabupaten Sambas catatan waktu (1'.00" 26), dan Juara Keempat  Club Ninja Kota Pontianak catatan waktu (1' 05" 27).

Sedangkan peserta pertandingan eksebisi Dragon Boat Race antar Kesatuan TNI dan Polri, dimenangkan oleh Juara Pertama Tim Dayung Lantamal XII Pontianak catatan waktu (1'.07" 65), Juara Kedua Kodam XII/Tpr catatan waktu (1'.09" 50), Juara Ketiga Polri catatan waktu (1' 10" 23), dan Juara Keempat Lanud Supadio catatan waktu (1' 20" 24).

Pada akhir acara lomba Danlantamal XII Laksamana Pertama TNI Greg. Agung W.D., M.Tr (Han) selaku Pembina PODSI Provinsi Kalbar menyerahkan secara simbolis hadiah pembinaan kepada para pemenang dari peserta umum dan peserta TNI.
 
Hadir dalam penyelenggaraan "Dragon Boat Race 2018", Para Pejabat Utama TNI/Polri Kalbar, Forkopimda, PODSI Provinsi Kalbar, dan PODSI Kabupaten/Kota Wilayah Kalbar.

Pertajam Fungsi Intelijen, Lantamal II Padang Gelar Pembekalan Dasar Intelijen Pengawak Posal dan Posmat

Bidikfakta.com- Jakarta, 24 September 2018, Dalam rangka meningkatkan profesionalisme prajuritnya, Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) II mengadakan pembekalan dasar Intelijen kepada pengawak Pos Angkatan Laut (Posal) dan Pos Pengamat (Posmat) jajaran Lantamal II di Gedung Nanggala Mako Lantamal II, Senin (24/09).
 
Bahwa Posal merupakan ujung tombak dari fungsi intelijen yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pengamatan di laut dalam rangka mengantisipasi adanya setiap kejadian atau kegiatan yang bisa menjadi ancaman bagi keutuhan dan kedaulatan NKRI. Fungsi azasi Posal adalah sebagai pendeteksi dini dan sebagai badan pengumpul informasi bidang maritim, imbuhnya.

Kegiatan pembekalan diikuti oleh 22 orang Komandan Posal dan Posmat yang berada dibawah jajaran Lantamal II meliputi wilayah Sibolga, Nias, Mentawai dan Bengkulu.

Pembekalan diawali dengan materi dasar intelijen yang disampaikan oleh Asintel Danlantamal II Letkol Laut (P) Taufik Suryo Saptono kemudian dilanjutkan dengan Asops Danlantamal II Letkol Laut (P) Cahya Indra dengan memberikan materi pembekalan tentang tugas-tugas Posal dan Posmat.

Kegiatan pembekalan dilaksanakan selama satu hari, selain dasar intelijen juga diberikan materi peran intelijen dalam tingkatkan kinerja Posal yang disampaikan oleh Dantim Intel Lantamal II Letkol Laut (S) Seffirson, S.H., dan dilanjutkan dengan pemberian materi potensi maritim yang disampaikan oleh Paban Spotmar Lantamal II Mayor Laut (KH) Utep Suherman.

Komandan Satrol Lantamal II Kolonel Laut (P) Joko Triwanto juga memberikan materi pembekalan kodal dan sistim pelaporan Posal dan Posmat dan diakhir kegiatan ditutup dengan pembekalan materi Hukum yang disampaikan oleh Kadiskum Lantamal II Letkol Laut (KH) Soniady D Sadarisman, S.H., M.H.

Turut hadir dalam acara tersebut Wadan Lantamal II, para Asisten Danlantamal II, dan Kasatker/Kadis Lantamal II.

Enam Polwan Jadi Korban Pelecehan Dan Penganiayaan Mahasiswa Saat Melaksanakan Pengamanan Unjuk Rasa Di Kantor DPRD Provinsi Riau


*ENAM POLWAN JADI KORBAN PELECEHAN DAN PENGANIAYAAN MAHASISWA SAAT MELAKSANKAN PENGAMANAN UNJUK RASA DI KANTOR DPRD PROVINSI RIAU*

PEKANBARU,bidikfakta.com

Enam orang Polwan jadi korban Pelecehan dan Penganiayaan oleh mahasiswa BEM UR dan BEM SE Riau saat melaksanakan pengamanan unjuk rasa di kantor DPRD provinsi Riau Jalan Sudirman Pekanbaru Senin 24 September 2018.

Pelaksanaan pengamanan unjuk rasa dimulai dengan apel persiapan pengamanan dipimpin oleh _*Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto SIK SH MH*_ didamoingi oleh Wakapolresta Pekanbaru AKBP Edi Sumardi SIK, Kapolsek Jajaran Polresta Pekanbaru beserta anggota.

Pengamanan juga di backup oleh jajaran Polda Riau dan Satpol PP provinsi Riau dengan jumlah personil lebih kurang 500 personil pengamanan.

Dalam arahannya Kapolresta Pekanbaru menyampaikan kepada seluruh anggota agar pengamanan dilaksanakan secara Humanis terhadap mahasiswa yang akan melaksanakan aksi unjuk rasa ke kantor DPRD Provinsi Riau hari ini Senin 24 September 2018.

Sekitar jam 15.00 WIB massa dari BEM Unri mendatangi kantor DPRD provinsi Riau melaksanakan aksi mereka.

Mahasiswa dr BEM Unri menuntut kehadiran ketua DPRD utk menyambut kedatangan mereka dalam rangka memperingati hari tani 24 September.

Dalam aksinya BEM Unri secara bergantian melaksankan orasi didepan pintu masuk kantor DPRD Provinsi Riau menyampaikan aspirasi mereka.

Lima belas menit kemudian massa dari BEM SE.RIAU datang ke kantor DPRD Provinsi Riau juga utk  melaksanakan aksi mereka di bagian depan pintu keluar kantor DPRD Provinsi Riau.

Dalam orasinya BEM SE.RIAU yg terdiri mahasiswa dari UMRI , UNIV ABDURRAB dan berapa kampus lainnya secara bergantian melaksanakan orasi meminta pemerintah menstabilkan harga komoditi pertanian yang anjlok pada saat ini.

Beberapa saat kemudian dua rombongan masa aksi ini bergabung di pintu masuk kantor DPRD Provinsi Riau.

Karena merasa jumlah massa mereka sudah banyak , gabungan Masa aksi ini mencoba menerobos blokade dari pengamanan yang sudah standby melaksanakan pengamanan dari siang harinya.

Saat ingin menerobos blokade massa aksi langsung berhadapan dengan polwan sebagai lapisan pertama pengamanan , saat itulah terjadi pelecehan dan penganiayaan oleh mahasiswa terhadap Polwan yang melaksanakan pengamanan unjuk rasa tersebut. Enam Polwan yg menjadi korban tersebut yaitu 

Beberapa Polwan Polresta yang terkena akibat aksi dorong2an dari Massa Aksi : 
a. BRIGADIR LD (Pingsan).
b. BRIPDA N (Dada Sakit).
c. AIPTU RH (kaki Sebelah kiri sakit).
d. BRIPDA Z (Luka pada Bibir)
e. BRIPDA M (Tangan kanan sakit).
f. AIPTU T (Pergelangan kaki Sakit).
g. BRIPDA S (Pinggang Sakit sebelah kanan terkena benda keras).

Kemudian Polwan tersebut dilarikan ke rumah sakit Awal Bros untuk dilakukan tindakan medis terhadap penganiayaan yang dilakukan oleh mahasiswa.

Aksi dorong dorongan tidak dapat dielakan , pasukan pengamanan berhasil mendorong mundur masa aksi yg nekat ingin menerobos dengan maksud ingin masuk ke Kantor DPRD Provinsi Riau.

Akhirnya situasi dapat dikendalikan dan masa aksi meminta kehadiran ibu Septina  selaku Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau didampingi _*Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto SIK SH MH*_ menemui masa aksi utk mendengarkan tuntutan mahasiswa terkait harga komoditi pangan yg anjlok yaitu Pemerintah dan DPRD Provinsi Riau serius menyikapi anjloknya harga komodity pangan.

Akhir kegiatan ibu Septina menerima aspirasi dari mahasiswa dan kemudian menyatakan akan melaksanakan diskusi di DPRD provinsi Riau dengan Ketua dan anggota DPRD provinsi Riau guna mencari solusi permasalahan tersebut.

(Eva Andryani)

Wakil Walikota Tasikmalaya H.M.Yusuf Lakukan Monev Pembangunan Di Wilayah Kecamatan Purbaratu

Wakil Walikota Tasikmalaya H.M.Yusuf Lakukan Monev Pembangunan di Wilayah Kecamatan Purbaratu.

Kota Tasikmalaya,bidikfakta.com

Tim Monitoring dan Evaluasi dari Bagian Pembangunan Sekretariat Daerah dan dari Inspektorat Kota Tasikmalaya lakukan  monev pembangunan fisik tahun anggaran 2018 dan kali ini kegiatan Monev hasil Pembangunan fisik difokuskan di Kecamatan Purbaratu.
pelaksanaan monev dilakukan di dua titik yakni Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum Kawasan Rawan Air yang berada di Singkup Rt 03 Rw 08 Kelurahan Singkup Kecamatan Purbaratu dan Pembangunan Rumah Sakit Type D Kecamatan Purbaratu.
 

Untuk pembangunan Sistem Penyediaan Air minum di Kelurahan Singkup ini bersumber dana dari Dana Alokasi Khusus (DAK), dengan nilai kontrak sebesar. Rp 488.918.000,-, dengan jangka waktu pelaksanaan 120 hari Kalender, sedangkan untuk Pembangunan Rumah Sakit tipe D ini bersumber dana dari Bantuan Provinsi tahun 2018 dengan nilai kontra Rp 4.850.136.000, dengan jangka waktu pelaksanaan 150 hari kalender.

Dari hasil monitoring dan evaluasi pembangunan sistem penyediaan air minum  ini diperoleh data bahwa kegiatan ini sudah dilaksanakan sebesar 100%, sedangkan untuk pembangunan Rumah Sakit Tipe D Kecamatan Purbaratu belum rampung semua, hasil pembangunan  baru mencapai sekitar  50%.

Pelaksana Pembangunan Rumah Sakit Type D Pratama Kecamatan Purbaratu Jajat Sudrajat saat di wawancara mengatakan sampai saat ini pembangunan Rumah Sakit Tipe D sudah mencapai 56,56%. Diakui oleh dirinya pembangunan ini mengalami keterlambatan 0,2% dikarenakan keterlambatan ini karena  kendalanya ada di batching plant, pembangunan disini tidak bisa secara manual tapi harus ready mix dengan para pekerja dalam pembangunan ini ada 58 orang.Tandas Jajat.

Wakil Walikota Tasikmalaya, HM Yusuf usai melakukan monitoring dan evaluasi mengatakan saat monitoring di pembangunan Rumah Sakit, terlihat ada yang lebih dari analisa dalam hal penggunaan material, jangan malah berkurang dari ketentuan yang telah ditetapkan dan selama pembangunan Rumah Sakit Tipe D Kecamatan Purbaratu berjalan, namun kami akan terus memantau perkembangannya. Tapi yang membuat saya tenang, sistem pengecorannya tidak secara manual, melainkan menggunakan ready mix, yang terpenting pengerjaannya harus sesuai dengan draf. Kegiatan monitoring dan evaluasi yang dilakukan akan terus berlanjut tidak hanya Kecamatan Purbaratu saja. Seluruh Kecamatan yang ada di Kota Tasikmalaya juga akan kami lakukan monitoring dan evaluasi. Hal ini untuk memastiikan semua pekerjaan yang bersumber baik itu dari dana Kota Tasikmalaya maupun dalam bentuk bantuan Provinsi dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran.Pungkas Wakil Walikota.

DEDE .KH

Haringga Sirila Suporter Persija Tewas Di Aniaya Oknum Suporter Persib

"Haringga Sirila Suporter Persija Tewas Di Aniaya Oknum Suporter Persib.


Haringga Sirila, pemuda asal Cengkareng, Jakarta Barat Yang tewas dikeroyok Oknum Suporter Bobotoh di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (23/9/2018).

Menurut dari keterangan kepolisian, ada satu orang yang dikejar massa di luar stadion GBLA tepatnya di area parkir gerbang biru. Orang-orang tersebut berteriak-teriak bahwa pemuda yang dikejar adalah pendukung Persija Jakarta.

Korban yang dikejar sempat meminta tolong kepada tukang bakso. Namun, massa mengeroyok korban dengan menggunakan balok kayu, piring, botol, dan benda-benda lainnya sehingga korban meninggal dunia.

Salah satu Wartawan Harian FaktaPers.id Yang Bernama Riski A mengatakan, Kami turut merasakan rasa sedih dan kami berbela sungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya saudara kita Salah Satu Suporter Persija Jakarta yang bernama Haringga Sirila semoga semua amal ibadahnya diterima oleh sangkuasa serta dijadikanlah dia sebagai penghuni surga."

"Saya menilai karena kurangnya pengamanan, harusnya pengamanan seperti keramaian lah yang harus ditingkatkan bukan lantaran terjadinya baru ditingkatkan. Harusnya pusat keramaian selalu dalam keadaan nyaman dari tindakan kejahatan, Semoga hal ini bisa menjadi pelajaran dan Kedepannya bisa lebih baik dalam pengamanan di pusat keramaian" Ujar Riski A

Terkait adanya pengeroyokan, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugeman membenarkan adanya tindakan pengeroyokan yang berakibat korban meninggal dunia.

"Memang ada insiden pengeroyokan tepatnya di luar stadion atau di lapangan parkir. Katanya meninggal," Terang Irman di Stadion GBLA Gedebage Kota Bandung.

Dengan Menangkap Enam Pelaku Meski demikian, Irman mengaku belum mengetahui secara pasti kronologis dari peristiwa pengeroyokan tersebut.

"Kasatreskrim Masih terus mendalami. Tapi sudah ada beberapa orang telah kami amankan. Sedang kami lakukan pemeriksaan intensif sebagai saksi supaya bisa diketahui motifnya. Mudah-mudahan pelaku sudah kami tangkap," harapnya.

Berdasar informasi tambahan dari polisi, setelah mengamati ciri-ciri tersangka, anggota Satreskrim melaksanakan penyisiran. Mereka menangkap enam orang yang diduga tersangka dan satu orang sebagai saksi kunci.

(Eva Andryani)
 

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM