Berita terkini :

Lanal Banten Gelar Rakor Inspeksi dan Investigasi Insiden Pipa Gas Dasar Laut PT. CNOOC

Ditulis oleh : redaksi bidikfakta pada Minggu, 15 Juli 2018 | 09.12

Bidikfakta.com- Jakarta, 13 Juli 2018, Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Banten Kolonel Laut (P) Baroyo Eko Basuki, M.M., membuka Rapat Koordinasi terkait inspeksi dan investigasi Insiden Pipa Gas dasar laut PT. CNOOC, bertempat di ruang rapat Mako Lanal Banten, Kamis (12/7).

Rapat dipimpin oleh Bapak Untung Medianto selaku Head Security PT. CNOOC,  membahas tentang perkembangan kegiatan inspeksi dan investigasi insiden kebocoran pipa gas dasar laut dilakukan secara terpadu oleh PT. CNOOC,  Lanal Banten,  Ditpolair Polda Banten dan instansi terkait. 

Hasil keterangan dari investigasi yang dilakukan melalui penyelaman selama 3 hari dipandang perlu meminta bantuan kepada Mabes TNI AL untuk menurunkan Tim khusus dari Pushidrosal guna menyempurnakan, memastikan dan melengkapi hasil investigasi dasar laut yang nantinya sebagai bahan penyelidikan dan penyidikan oleh Ditpolair Polda Banten dimana Kepolisian meminta adanya data pelengkap dari Pushidrosal dan Saksi Ahli.

Insiden tersebut merupakan permasalahan nasional yang bersifat strategis, sebagai pemasok bahan baku pendistribusian listrik, dimana Lanal Banten berperan aktif dengan mengerahkan Tim Quick Respon dengan diperkuat unsur - unsur patroli meliputi KAL Tamposo, Patkamla Badak, Patlamla Panaitan dan Patkamla Sangiang serta  unsur -  unsur KRI dari Koarmada 1 guna menjaga perairan Banten dan sekitarnya.

Lanal Tanjung Balai Asahan Gagalkan Penyelundupan 5,297 KG Sabu-Sabu di Perairan Asahan Sumut

Bidikfakta.com- Jakarta, 15 Juli 2018,-- Komitmen Koarmada I dibawah pimpinan Pangkoarmada I Laksamana Muda TNI Yudo Margono, S.E., M.M., memberantas kegiatan ilegal di laut membuahkan hasil. Kali ini Tim First Fleet Quick Respons (FFQR) Lanal Tanjung Balai Asahan berhasil menangkap dan menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 5 bungkus atau seberat 5,297 kg dari sebuah kapal motor tanpa nama dan tanpa dokumen di Tanjung Berombang Sungai Asahan, Minggu (15/7).

Penangkapan kapal tersebut berdasarkan informasi yang diperoleh Pasintel Lanal Tanjung Balai Asahan dari masyarakat. Pihak Lanal TBA segera menindaklajuti informasi tersebut, dengan menerjunkan Tim FFQR I Lanal Tanjung Balai Asahan untuk melaksanakan patroli dan penyekatan guna memastikan kebenaran informasi tersebut.

Tim FFQR I Lanal TBA segera melaksanakan patroli dengan menggunakan Patkamla SSG II-I-47 dan melaksanakan pemeriksaan terhadap kapal-kapal mencurigakan yang melintas di Perairan Bagan Asahan.

Sesaat kemudian,  Tim melihat kontak kapal yang mencurigakan bergerak masuk menuju Sungai Asahan. Selanjutnya Tim FFQR mendekati kapal tersebut guna melaksanakan pemeriksaan. Saat didekati kontak kapal tersebut menambah kecepatan dan bergerak ke arah hutan bakau di Tanjung Berombang Sungai Asahan. 

Kapal tersebut terlihat dikandaskan oleh Abk dengan kondisi mesin masih hidup dan tidak ada orang di atas kapal, tetapi sempat terlihat sesaat orang berlari masuk ke dalam hutan bakau, dan selanjutnya tim berusaha mengejar orang yang diduga Abk kapal tersebut. Setelah dilakukan pencarian ke dalam hutan bakau tersebut tidak diketemukan abk kapal. Tim kembali ke kapal tanpa nama untuk melaksanakan pengecekan dan penggeledahan.

Setelah sesaat melaksanakan penggeledahan, kapal tanpa nama tersebut terlihat bocor dibeberapa titik bangunan kapal. Selanjutnya kapal tersebut diputuskan untuk digandeng menuju Posmat Bagan Asahan. Dan Pasintel melaporkan kejadian tersebut kepada Pjs. Danlanal dan Pjs. Dandenpomal

Selama kapal tanpa nama tersebut digandeng menuju Posmat Bagan Asahan, dilaksanakan penggeledahan terhadap seluruh bangunan kapal. Alhasil,  Tim FFQR berhasil menemukan bungkusan berwarna coklat sebanyak 5 buah di bagian belakang dalam kapal dengan ditutupi kayu. 

Setelah Patkamla SSG II-I-47 dan kapal tanpa nama tiba di Posmat Bagan Asahan, Pjs. Danlanal memerintahkan tim Pomal untuk membuka salah satu bungkusan tersebut guna memastikan isinya dengan disaksikan oleh Pasintel, Pasops, Danpatkamla beserta beberapa anggota.Isi dalam bungkusan tersebut diduga narkoba jenis sabu-sabu. Selanjutnya barang bukti tersebut dibawa ke Mako Lanal TBA guna penyelidikan lebih lanjut dengan melibatkan BNN daerah untuk pengecekan barang bukti yang diduga narkoba tersebut. 

Tim Lanal Tanjung Balai Asahan dibantu dengan BNN melaksanakan pengecekan barang bukti yang diduga narkoba tersebut dengan diketahui bahwa barang tersebut positif merupakan narkoba jenis sabu-sabu seberat 5,297 Kg.

Akibat Campur Tangan Pemerintah Atas Rekomendasi Dewan Pers Sebagai Pencabut Nyawa Wartawan.

Jakarta, bidikfakta.com -- Akibat campur tangan pemerintah dalam tubuh Dewan Pers, mengakibatkan Rekomendasi yang dikeluarkan dewan pers telah merenggut nyawa seorang wartawan bernama Muhamad Yusuf (42) di Kotabaru, Kalimantan Selatan pada tanggal 10 Juni 2018, menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Adapun campur tangan pemerintah yang dimaksud adalah dengan cara menempatkan 20 orang Pegawai Negeri Sipil /ASN unit pengelola teknis (UPT) di Sekretariat Dewan Pers yang berkantor di lantai 8 gedung dewan pers.

Dari 20 PNS tersebut, salah satu bagian yang memegang peran penting memberikan rekomendasi Pencabut nyawa wartawan adalah Kasubag/ Kabag Pengaduan dan Etika Hukum. Jabatan tersebut diisi oleh PNS Kemenkominfo yang ditempatkan mendampingi Anggota Dewan Pers. (mirip dengan penempatan Sekjen Dewan/ Sekretaris  Dewan dan Stafnya pada Lembaga DPR RI dan DPRD).

Permasalahan kemudian muncul, ketika Dewan Pers menerima pengaduan masyarakat/swasta/pemda,  sebelum Rekomendasi pencabut nyawa di keluarkan oleh Dewan Pers, terlebih dahulu dikaji oleh bagian pengaduan dan etika hukum.

Kemudian bersama  salah seorang anggota Dewan Pers yang menangani bidang Komisi Pengaduan Masyarakat dan Penegakan Etika Pers mereka melakukan upaya mediasi antara pengadu dan teradu. Pada tahap inilah terjadi ketidak adilan dan upaya kriminalisasi yang dilakukan oleh ASN dan Dewan Pers dengan dalih bermacam-macam.

Kriminalisasi pers oleh Dewan Pers  yang ditandai dengan mengeluarkan rekomendasi kepada aparat kepolisian, yang menyatakan bahwa wartawan tersebut bukan wartawan karena belum mengikuti UKW.  Karya tulis  wartawan dikategorikan  bukan produk jurnalistik, Dll.

Akhirnya berdasarkan kajian hukum oleh oknum PNS/ ASN  dikeluarkanlah rekomendasi pencabut nyawa bagi wartawan bernama Muh.Yusuf, yang akhirnya tewas di dalam penjara.

Sementara itu Sabam Leo Batubara, Mantan Anggota Dewan Pers Periode 2006-2009,  juga ikut berperan atas tewasnya M.Yusuf. Leo Batubara sebagai ahli yang digunakan oleh Kabag /Kasubag Pengaduan Etika Hukum (ASN) dan Anggota Dewan Pers yang membidangi Komisi Pengaduan Masyarakat dan Penegakan Etika Pers, memberikan rekomendasi yang berakibat M.Yusuf ditahan aparat Kepolisian dan akhirnya tewas dipenjara.

M.Yusuf  salah seorang yang tewas akibat ulah dan campur tangan pemerintah melalui kepanjangan tangannya yang disusupkan ke tubuh Dewan Pers. Sementara Dewan Pers Independen yang dicita-citakan oleh Jurnalis Reformasi sudah melenceng jauh. Bahkan lebih kejam dari Anggota Dewan Pers sebelum Reformasi.

Mereka telah melakukan dosa kemanusiaan,  tapi seolah-olah tidak berbuat salah. Faktanya ada ratusan kasus  dikriminilisasi  pers, hingga berujung kematian dan Dewan Pers telah ikut andil terlibat didalamnya.

Dahulu pemerintah orde baru bisa mengontrol pers melalui Dewan Pers. Jika pemerintah tidak suka dengan Tulisan Wartawan / media yang mengkritik pemerintah maka dilakukan pembredelan/ penutupan ijin usaha penerbitan pers.

Sementara Dewan Pers 2016-2019 dibawah kepemimpinan Yosef ini lebih kejam dan keji dari Dewan Pers jaman Orba,  akibat rekomendasinya menyebabkan seorang jurnalis harus meregang nyawa dalam penjara dan meninggalkan duka yang mendalam bagi pekerja pers. Terutama bagi anak yang harus kehilangan ayah,  dan istri yang harus menjadi janda, menanggung beban hidup agar bisa menghidupi anak-anaknya.

Sungguh ironis menyandang istri seorang jurnalis, dimana suaminya yang begitu  rela membela kepentingan masyarakat dari kesewenang-wenangan pengusaha melalui buah karya  tulisan, akhirnya harus menjadi janda.

Kesimpulannya adalah Dewan Pers sudah tidak Independen. Campur tangan pemerintah dengan menempatkan Kabag dan Kasubag Pengaduan dan Etika Hukum yang menentukan keluarnya Rekomendasi Dewan Pers, telah ikut andil menjadi pemasung dan pembunuh jurnalis yang sesungguhnya. (Red)

TMMD 102 Rambah Pengecatan Mushola

Bidikfakta.com- Masih dalam kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-102 tahun 2018, Satgas TMMD Kodim 0510/Trs merambah ke pengecatan sejumlah mushola, pengecatan di lakukan bersama-sama dengan masyarakat untuk manunggal dengan masyarakat. Sasaran pengecatan tersebut di Mushola Jariatul Iman Kampung Cilaban Desa Bojong Loa Kecamatan Cisoka Kabupaten Tangerang, Minggu (15/07/2018).

Terkait hal itu, Kapten Inf Luki Popor saat melakukan piket di posko TMMD ke-102 menjelaskan, pengecatan mushola tersebut dilakukan oleh Satgas TMMD dari Kodim 0510/Trs dan masyarakat Kampung Cilaban untuk memperbaharui warna Moshola yang kusam menjadi ceria.

"Kami sangat takjut melihat masyarakat yang berantusias membantu pengerjaan pengecatan Mushola di TMMD reguler ini. pengecatan akan di lakukan di sejumlah mushola, bahu membahu bersama-sama dengan masyarakat," ujarnya.

Lebih lanjut Kapten Inf Luki Popor yang juga menjabat Danramil 04/Cikupa menmbahkan, Pada kegiatan TMMD kali ini banyak pihak yang berkontribusi, sehingga kegiatan TMMD ke-102 tahun 2018, banyak program yang harus mencapai target, termasuk pengecatan mushola.

Sementar, Jaro Sandi Kampung Cilaban mengatakan, keterlibatan banyak pihak seperti masyarakat di kegiatan TMMD merupakan kecintanya kepada TNI, ini juga merupakan langkah awal kepedulian masyarakat. sehingga kedepan diharapkan bisa lebih besar lagi kemanunggalan TNI dengan Rakyatnya.*#Kodim 0510/Trs.

Halal Bihalal dan Musyawarah Keluarga Besar FKPPI Rayon 090607 Jatiasih Kota Bekasi

Bidikfakta.com- Bertempat di kantor Koramil 04/Jatiasih Kodim 0507/Bks telah dilaksanakan kegiatan halal bihalal dan musyawarah keluarga besar FKPPI Rayon 090607 Jatiasih Kota Bekasi, pada Minggu (15/7/2018).

Acara diawali sambutan Drs.H.Achmad Zulnaimi,SH.Msi (Ketua Cabang FKPPI Kota Bekasi) meyampaikan ucapan terimakasih kepada Danramil 04/Jatiasih yang telah memberikan tempat serta bimbingan dan arahan sehingga terselenggaranya kegiatan ini serta menyampaikan kepada anggota  FKPPI jangan percaya dan menyebarkan tentang berita Hoax yang belum tentu kebenaranya cukup untuk diri kita sendiri yang tahu. Hargai siapapun yang terpilih menjadi ketua di Rayon FKPPI Jatiasih ini dan harus kita dukung agar supaya organisasi ini menjadi besar.

Danramil 04/Jatiasih Kapten Arh Jaminah Arie Yanto menyampaikan
"Pada kesempatan Halal Bihalal kali ini, marilah kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Memang FKPPI bukan organisasi politik melainkan organisasi kemasyarakatan, akan tetapi anggotanya yang bermacam-macam, ada yang anggota politik, PNS, Wiraswasta dan lain-lain, kita besarkan organisasi FKPPI ini. Jika kita membesarkan organisasi ini Insya Allah kita juga akan menjadi orang yang besar, sebagai organisasi kita yang utama adalah bersilaturahim maka dalam organisasi ini kita harus saling membantu, untuk itu manfaatkan jabatan saya untuk FKPPI apa yang dapat saya bantu FKPPI silahkan diminta.

Perlu saya sampaikan bahwa FKPPI adalah independen, organisasi kemasyarakatan, sehingga tidak perlu takut kepada siapapun karena organisasi FKPPI ini dilindungi dan berbadan hukum dan perlu saya sampaikan pula bahwa FKPPI didirikan oleh TNI/Polri dan Pepabri. FKPPI ini adalah organisasi yang legal, karena dulu jaman reformasi TNI/Polri di hujat berimbas kepada anak-anaknya. Akan tetapi sekarang TNI/Polri di masyarakat citranya sudah meningkat, jadi harus bangga menjadi anak-anak anggota TNI/Polri dan jangan takut lagi berorganisasi dan harus menunjukkan jati diri, "tambahnya.

Selanjutnya penyampaian dari Kapolsek Jatiasih Kompol illy Anas agar menjaga kekompakan dalam berorganisasi serta mewaspadai dan segera lapor cepat apabila menemukan tindakan kriminal terutama tentang peredaran narkoba yang sudah kepelosok daerah berdampak sangat meresahkan masyarakat dan begitu juga curanmor. Kapolsek menghimbau agar Keluarga Besar FKKPI berperan aktip dalam menjaga Kamtibmas, "Tutupnya.

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM