Berita terkini :

The Grand Opening Hotel Jakarta Airport

Ditulis oleh : Unknown pada Kamis, 18 Juli 2019 | 08.21

The Grand Opening  Hotel Jakarta Airport



Peresmian pembukaan Hotel Starlet Jakarta Airport yang berlokasi di Jalan Atang Sanjaya Kecamatan Benda  Tanggerang. pada Hari Kamis 18/7/2019 diresmikan dengan Pemotongan Pita bersama Direktur dan Manager serta  jajaran direksi Hotel Starlet dan juga dihadiri dari perwakilan Walikota Tanggerang dan  Kecamatan, dari Kelurahan, Polsek Benda, juga Tokoh masyarakat dan beberapa Tamu  undangan lainnya.                                                                 Dalam sambutan Johanes Hutahuruk (Chief Operating Officer Parador hotel & Resorts) menjelaskan bahwa Hotel Starlet adalah yang ke Sebelas (11) yang beroperasi, diantaranya ada 4 hotel Bintang 4 yang bernama Atria Hotel di Gading Serpong dan juga beberapa hotel yang berbintang 1, 2, dan 3. di Malang, Magelang, Bali dan Batam.                                 Starlet Hotel Bintang 1, ini merupakan hotel yang kedua, yang pertama di Gading Serpong dan dibangun pada bulan Maret 2018. jelas Johanes yang didampingi Agus Suparno (Manager Starlet Hotel Jakarta Airport).                               Starlet hotel yang Kamarnya sebanyak 120 kamar dengan Desain yang ekonomis dan praktis dengan luas kamar 15 meter setaraf Bintang 4. dan ruang dalam hotel dengan fasilitas yang nyaman.                                   Johanes bersama Agus bekerjasama  mewakili Parador Hotel & Resorts yang diberikan kepercayaan dari Owning company PT. Lusipara Rejeki untuk mengelola hotel ini dengan harapan akan lebih baik lagi di masa  mendatang.

 (Mulyadi)

Wakasad: Teknologi Informasi Berdampak Terhadap Pola Kepemimpinan Lapangan

Bidikfakta.com- Jakarta - tniad.mil.id,- Teknologi informasi tidak hanya berdampak terhadap perkembangan teknologi Alutsista, tetapi juga terhadap pola kepemimpinan lapangan.

Hal itu disampaikan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Tatang Sulaiman di Aula Graha Zeni, Markas Direktorat Zeni Angkatan Darat (Ditziad), Jakarta Timur, Kamis (18/7/2019).

Pada seminar  yang mengambil tema "Pengaruh Perkembangan Teknologi Informasi terhadap Generasi X dan Y, dalam Penerapan Pola Kepemimpinan Lapangan di Lingkungan TNI AD", Wakasad didaulat  sebagai _keynote speaker_ 

"Perkembangan teknologi informasi harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk membangun kepemimpinan yang efektif," ungkap Wakasad di hadapan para peserta seminar.

Menurut Wakasad, karakteristik teknologi informasi yang cepat akan mendukung kemudahan dan kecepatan dalam menyampaikan informasi serta pengambilan keputusan, dan pengawasan terhadap bawahan/anggota.

"Oleh karena itu, teknologi informasi akan  menyebabkan terjadinya  perubahan pola kepemimpinan lapangan," tegasnya.

Secara teori, lanjut Wakasad, dengan adanya teknologi informasi, seharusnya akan mempermudah, mempercepat serta menjamin akurasi pelaksanaan maupun mekanisme tugas.

"Namun, pada kenyataannya ada sisi-sisi humanis dan emosional yang membawa dampak negatif teknologi," ujar Wakasad

"Seperti menurunnya militansi, loyalitas, dan inisiatif, serta munculnya sikap individualistis dan apatis terhadap lingkungan," imbuhnya.

Oleh karena itu, menurut Wakasad, bila kita ingin menjadikan generasi-generasi penerus TNI AD sebagai pendorong kemajuan di masa depan, maka penelitian  bagaimana penerapan prinsip-prinsip dan nilai kepemimpinan menjadi suatu hal yang wajib dilaksanakan agar hasilnya dapat diterapkan secara efektif bagi TNI AD dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks dan dinamis.

"Kemajuan teknologi dan adanya perbedaan pola pikir antara generasi X  dan generasi Y harus dipandang sebagai peluang untuk lebih meningkatkan profesionalisme prajurit.

Untuk diketahui, generasi X merupakan generasi yang lahir antara tahun 1960 - 1980, sedangkan generasi Y merupakan generasi yang lahir antara tahun 1981 - 2000.

Sementara itu, selain menyampaikan kesimpulan dan rekomendasi hasil penelitian yang dilakukan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad),
Kolonel Inf Andy Irawan C., S. Sos., S.Ip., M.I.Pol menyampaikan bahwa perkembangan teknologi informasi berdampak langsung pada peningkatan pola kepemimpinan lapangan.

"Yaitu melalui pemanfaatan Sistem Informasi manajemen, Aplikasi E-Binsat, E-Learning dan sebagainya," tegas lulusan Akmil Tahun 1993 itu.

Untuk mengatasi berbagai kelebihan dan kekurangan generasi X maupun Y, dirinya  merekomendasikan  adanya pemberian motivasi dan pembiasaan penggunaan teknologi informasi secara sehat.

"Yaitu mengimplementasikan kemampuan dan menyelesaikan masalah secara mandiri dan bebas menyatakan  pendapat atau ide yang konstruktif dengan menggunakan teknologi informasi yang tersedia," pungkas Andi Irawan.

Dalam acara yang digelar Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Darat (Dislitbangad)  itu, pembicara lainnya,  Prof Dr. Ir. Eko K Budiharjo dari Universitas Indonesia menyampaikan bahwa generasi X merupakan generasi awal milenial yang sempat hidup di zaman ekonomi yang optimis

"Sementara generasi (Y) milenial gelombang berikutnya, tumbuh di kala perekonomian dunia yang tengah buruk," ujar Eko K Budiharjo.

"Hal itu membuat mereka lebih realistis dan getir memandang masa depan, ini juga berpengaruh pada tabiat milenial muda yang lebih lengket pada  media sosial," tandasnya.

 Selain itu, dalam seminar yang dipandu moderator Gabby Sihotang (presenter TV) juga menghadirkan  narasumber dari LIPI Dr. Yan Rianto, M.Eng, Kepala Dinas Psikologi Angkatan Darat (Kadispsiad) Brigjen TNI Eri Hidayat, dan anggota Pengkajian Strategi IKAL Brigjen TNI (Purn) Junias Marvel L. Tobing, M.Sc.,

Setelah dilakukan sesi tanya jawab dan diskusi, para peserta seminar diantaranya Kepala Staf Ahli (Kasahli) Kasad Mayjen TNI Arif Susilo, para Wakil Asisten Kasad, para Komandan/Kepala Balakpus TNI AD, Akademisi dari Unhan, Uhamka, UI, STIS serta undangan lainnya diajak meninjau hasil Litbanghan TNI AD 2019. (Dispenad).

KRI BUNG TOMO - 357 KEMBALI MENANGKAP KIA VIETNAM DI LAUT NATUNA UTARA

Bidikfakta.com- Natuna, 18 Juli 2019,-- Komandan Lanal Ranai Kolonel Laut (P) Harry Setyawan, S.E., pada hari Kamis tanggal 18 Juli 2019 kembali menerima berkas perkara dan barang bukti satu buah Kapal Ikan Asing (KIA) asal Vietnam BV 99778 TS, kapal tersebut merupakan tangkapan KRI BUNG TOMO - 357.

Menurut keterangan Komandan KRI Bung Tomo - 357 Kolonel Laut (P) Amrin Rosihan Hendrotomo, S.E. bahwa sebenarnya KIA Vietnam yang ditangkap oleh KRI TOM-357 adalah dua kapal yaitu KIA Vietnam BV 9379 TS dan KIAV BV 99778 TS, namun pada saat perjalanan dikawal menuju ke Pangkalan TNI AL Ranai KIA Vietnam BV 9379 TS terbakar dan tengelam, sehingga KIA Vietnam yg diserahkan ke Lanal Ranai hanya BV 99778 TS.

Adapun Kronologis kejadian penangkapan KIA Viatnam oleh KRI Bung Tomo - 357 adalah, Bahwa pada tanggal 16 Juli 2019, pukul 12.20 WIB posisi 06 19 40 U - 107 01 20 T (kurang lebih 113 NM sebelah Barat P. Laut Kab. Natuna), KRI TOM - 357 telah melaksanakan proses pengejaran, penangkapan dan penyelidikan (Jarkaplid) terhadap 2 buah KIAV BV 9379 TS dan KIAV BV 99778 TS. Selanjutnya kedua KIA Vietnam tersebut dikawal menuju pangkalan Ranai. Pada saat perjalanan lintas laut (Linla) pengawalan menuju pangkalan Ranai, salah satu KIA Vietnam yaitu BV 9379 TS mengalami kebakaran dan tidak bisa ditanggulangi sehingga dilaksanakan evakuasi terhadap seluruh personel 7 orang Tim Kawal dan 2 orang ABK KIA Vietnam BV 9379 TS, Selanjutnya KIA Vietnam BV 9379 TS tenggelam di perairan tersebut.

Sementara itu KIA Vietnam BV 99778 TS juga mengalami trouble engine (blackout) sehingga untuk dibawa ke Pangkalan TNI AL Ranai harus dengan cara ditarik/ditunda (towing).

Menurut Komandan Lanal Ranai Kolonel Laut (P) Harry Setyawan, S.E. bahwa KRI TOM - 357 telah melaksanakan prosedur penangkapan KIA Vietnam dengan benar, bahwa pada saat ditangkap dan diperiksa kedua KIA Vietnam tersebut berada di dalam perairan Landas Kontinen Indonesia, bukan di wilayah Grey Area, dan prosedur pengawalan menuju pangkalan TNI AL terdekat juga telah sesuai dengan prosedur. Ada dugaan terbakarnya bahwa terbakarnya KIA Vietnam BV 9379 TS dan rusaknya mesin KIA Vietnam BV 99778 TS adalah disengaja oleh Crew/ABK kedua KIA Vietnam tersebut dengan tujuan untuk menghambat/ menghindari proses pengawalan menuju ke Pangkalan TNI AL di Ranai.

Disampaikan juga oleh Komandan Lanal Ranai bahwa berdasarkan UU RI No.45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas UU No.31 Tahun 2004 tentang Perikanan, Pasal 69 Ayat 4 yang berbunyi "Dalam melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Penyidik dan/atau pengawas perikanan dapat melakukan tindakan khusus berupa pembakaran dan/atau penenggelaman kapal perikanan yang berbendera asing berdasarkan bukti permulaan yang cukup". Dengan dasar tersebut diatas maka kejadian tenggelamnya BV 9379 TS yang merupakan kapal tangkapan KRI TOM-357 tidak menyalahi aturan hukum.

Penangkapan KIA Vietnam ini juga menunjukan ketegasan dan sikap tidak ragu ragu dari TNI AL dalam hal ini Komando Armada-I dalam penegakan kedaulatan dan penegakan Hukum di laut, khususnya di Laut Natuna.

Perjanjian Kerjasama TNI AL Dengan PT. PLN (Persero) Demi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat Pesisir

Bidikfakta.com- Jakarta, 18 Juli 2019,-- Dalam rangka meningkatkan kesejahteran masyarakat pesisir pantai, Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut III Jakarta Laksamana Pertama TNI Denih Hendrata, S.E., M.M., mewakili TNI Angkatan Laut menandatangani perjanjian kerjasama penggunaan lahan TNI Angkatan Laut untuk membangun gardu dan penanaman kabel listrik bawah tanah di Posal Tanjung Pasir Tanggerang, Rabu (17/7).

Dalam amanat yang dibacakan Komandan Lantamal III Jakarta mengatakan  bahwa Lantamal III telah mendapat persetujuan dari komando atas untuk memanfaatkan barang milik negara dan berdasarkan peraturan Menteri Keuangan tentang tata cara pemanfaatan barang milik negara, sehingga dapat dilaksanakan perjanjian kerjasama dengan PT. PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jakarta Raya.

Perjanjian kerjasama kali ini adalah pembangunan lahan TNI Angkatan Laut untuk membangun gardu dan penanaman kabel listrik dibawah tanah/SKTM 20 Kv di Posal Tanjung Pasir dalam rangka pemenuhan dan pelayanan tenaga listrik untuk kepentingan umum di Kepulauan Seribu. Dengan kerjasama tersebut, PT. PLN (Persero) Unit Distribusi Jakarta Raya juga melaksankan pembuatan Penerangan Jalan Umum (PJU) di wilayah Posal Tanjung Pasir dan membangun pagar pembatas tanah Posal Tanjung pasir yang berbatasan  dengan milik Perhutani.

Diharapkan melalui perjanjian tersebut akan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, serta masyarakat Kepulauaan Seribu dan kita berharap kerjasama ini akan terus berlanjut dalam kegiatan-kegiatan lainnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan peninjauan alat peralatan untuk pemasangan listrik bawah tanah dan penanaman mangrove oleh pejabat Lantamal III dan pejabat PT. PLN yang diketuai oleh Muhammad Iksan Assad selaku General Manager PT.PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jakarta Raya. 

Hadir dalam kegiatan tersebut Para Asisten, Kasatker, Kasatlak serta beberapa pejabat dari PT.PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jakarta Raya.

KORAMIIL 1312-03/BEO MENGAJAK MURID SMPN 1 BEO MELAKSANAKAN PEMBERSIHAN DI BBC

Bidikfakta.com- Talaud - Beo Bolevard Center, adalah salah satu tempat wisata yang sudah dikenal di daerah Kab. Kepl. Talaud, tepatnya di Kel Beo Barat  Kec Beo.

Objek wisata yang menyuguhkan pemandangan laut yang indah di siang maupun malam hari. Objek wisata ini harus selalu dijaga, dirawat dan dipelihara untuk menarik pengunjung. Objek wisata ini merupakan tanggung jawab kita semua yang ada di Kec Beo khususnya dalam pemeliharaan kebersihan.

Oleh karena itu, Danramil 1312-03/Beo, Kapten Inf Wofsi Mitusala mengajak Siswa-Siswi SMP Neg 1 Beo untuk peduli, ikut bertanggung jawab dan rasa memiliki terhadap objek wisata Beo Bolevard Center dengan bersama-sama melaksanakan pembersihan di BBC.

Pada Kamis (18 Juli 2019) pkl. 07.30-09.00  wita, bersama Guru-guru dan siswa SMPN I Beo, serta Lurah dan Staf Kel Beo Barat melaksanakan Karya Bhakti pembersihan di lokasi wisata Pantai BBC.

Adapun yang hadir pada kegiatan tersebut, Danramil 1312-03/Beo, Kapten Inf Wofsi Mitusala, Lurah Beo Barat, Ibu M.Rompah, S.E dan 4 org staf kelurahan, Kepsek SMPN I Beo, Ibu Dra. W. Nangalo, Guru Staf 9 orang, Babinsa 10 orang dan Siswa 83 orang.

Kepsek SMPN I Beo, Ibu Dra. W. Nangalo sangat berterimakasih atas kepedulian dan kerja sama Koramil 1312-03/Beo dalam setiap kegiatan. "Pihaknya berharap agar kedepanya kegiatan seperti ini berlanjut terus dan dilaksanakan bersama sama," ujarnya.

Tidak ketinggalan juga Lurah Beo Barat, Ibu M.Rompah, S.E  memberikan apresiasi dan berterimakasih serta berharap pula Koordinasi dan kerja sama yang baik selalu terjalin demi membantu tugas pemerintahan yang ada di kel. Beo barat.

"Semoga Bapak-bapak Babinsa selalu semangat dan sukses disetiap tugas pengabdianya dan dicintai masyarakat, terimakasih," harapnya. (Red).

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM