Berita terkini :

Penerangan Kostrad Gelar Penataran Jurnalistik Ta. 2016

Ditulis oleh : redaksi bidikfakta pada Selasa, 27 September 2016 | 02.38

Bidikfakta.com - Jakarta, (Penkostrad. Senin, 26 September 2016). Kemajuan teknologi informasi secara pasti telah memberikan andil yang sangat besar dalam mendorong kemajuan pembangunan masyarakat pada masa sekarang ini. Dengan didukung kemajuan teknologi, terutama internet, sehingga media massa telah mampu membentuk ruang publik yang sangat luas.

Dalam upaya meningkatkan kemampuan personel dalam bidang jurnalistik, Penerangan Kostrad menyelenggarakan penataran jurnalistik.

Penataran Jurnalistik akan berlangsung selama 4 hari (26 s.d 29 September 2016), yang  secara resmi di buka oleh Kepala Penerangan Kostrad, Letnan Kolonel Inf Agus Bhakti, S.I.P, bertempat di ruang Mandala Markas Kostrad, Gambir, Jakarta Pusat. Senin(26/9).

Penataran Jurnalistik ini diikuti oleh 40 orang peserta, berasal dari Penerangan Kostrad, Penerangan Divisi Infanteri 1 dan 2 Kostrad serta jajaran Kostrad.

Dalam sambutannya Kepala Penerangan Kostrad mengatakan bahwa Penkostrad memandang perlu untuk mengadakan penataran Jurnalistik karena merupakan kekuatan terbesar dalam bidang jurnalistik masa depan.

"Melalui penataran ini, diharapkan  kepada peserta penataran dapat memiliki kemampuan jurnalistik, sehingga dapat melakukan kegiatan jurnalistik, yaitu mencari, memperoleh dan mengolah informasi kemudian menyebarluaskan atau mempublikasikan informasi tersebut  melalui berbagai media, baik media online, media cetak maupun media elektronik", tegas Kapen Kostrad.

Letnan Kolonel Inf Agus Bhakti, S.I.P juga mengharapkan setelah diadakan pelatihan ini para peserta penataran jurnalistik dapat mengirimkan berita dengan benar, sehingga apa yang dilakukan oleh satuan jajaran Kostrad dapat terkekspos di seluruh media.

Perwakilan peserta penataran jurnalistik dari Penerangan Divisi Infanteri 2 Kostrad, Sersan Dua Rizal Kurniawan mengaku peran media saat ini sangat penting. "Karena kalau tidak ada media yang mempublikasikan kegiatan kami, maka tidak akan ada orang yang mengerti kegiatan dan pekerjaan TNI, khususnya kegiatan satuan jajaran Divisi Infanteri 2 Kostrad," pungkasnya.

Materi yang diajarkan meliputi hal-hal yang berkaitan dengan fungsi penerangan yang disampaikan oleh Kapen Kostrad Letnan Kolonel Inf Agus Bhakti, S.I.P., materi penulisan berita disampaikan oleh bapak Dodi Mawardi, materi dasar-dasar fotografi, pengambilan gambar foto, editing foto dan praktek disampaikan oleh bapak Kristupa Saragih sedangkan  materi dasar-dasar video, pengambilan gambar video, editing video dan praktek disampaikan oleh bapak  Iman Brotoseno.

Sumber : Kapen Kostrad, Letnan Kolonel Inf Agus Bhakti, S.I.P.

Panglima Divif 2 Kostrad Kunjungi Satgas Yon Armed 12 di Maluku

Bidikfakta.com - Jakarta,
(Penkostrad. Jum'at, 23 September 2016). Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad, Brigjen TNI Benny Susianto yang didampingi Asintel dan Asops Kasdivif 2 Kostrad, baru-baru ini mengunjungi Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Batalyon Armed 12 Kostrad. Kunjungan Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad ke Pulau Maluku tersebut dalam rangka meninjau langsung situasi dan kondisi prajurit Yon Armed 12 yang sedang melaksanakan tugas Pengamanan Daerah Rawan.

Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad, Brigjen TNI Benny Susianto dalam kunjungannya melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan (18-21/9/16) yang diawali dengan melaksanakan kunjungan ke pos Pamrahwan Satgas Yon Armed 12 dan memberikan pengarahan kepada prajurit Satgas Pamrahwan dan masyarakat di wilayah Maluku.

Dalam kunjungan tersebut Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad, disambut secara langsung oleh Asops Kasdam XVI/Pattimura, Kasiops Korem 151/Binaiya, Kapolres Seram Bagian Barat, Dansatgas Yonarmed 12, Kapolsek Kairatu, Danki Brimob Seram Bagian Barat dan Raja Kairatu.

Pada kunjungannya, Panglima Divif 2 Kostrad berkesempatan melaksanakan tatap muka dengan segenap prajurit TNI dan masyarakat di sekitar pos. Panglima Divif 2 Kostrad menekankan kepada seluruh prajurit untuk tidak mudah terprovokasi yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan Negara RI, baik sesama TNI, TNI dengan POLRI maupun TNI dengan rakyat. Selain itu Pangdiv 2 juga menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk tidak segan melaporkan setiap kejadian kepada anggota pos, karena anggota pos TNI Satgas Yon Armed 12 akan selalu siap membantu setiap kesulitan warga masyarakat demi tetap terpeliharanya stabilitas keamanan di wilayah Maluku.

Disamping itu, Pangdivif 2 Kostrad juga memberikan bantuan sembako kepada anggota Pos Satgas Yon Armed 12. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu anggota Pos dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari sehingga keberhasilan tugas dapat tercapai.

Dengan hadirnya Pangdivif 2 Kostrad ditengah-tengah prajurit, menambah semangat dan moril prajurit di wilayah penugasan. Pangdivif 2 Kostrad meyakinkan kepada prajurit, bahwa keluarga yang ditinggalkan prajurit di Homebase dalam keadaan baik-baik saja. Hal ini disampaikan karena kegiatan kunjungan ke Maluku ini, sebelumnya diawali dengan kunjungannya di Markas Yonarmed 12/1/2 Kostrad, Ngawi, beberapa waktu yang lalu.

Diakhir kunjungannya, Pangdivif 2 Kostrad menyampaikan rasa bangga terhadap prajurit Yon Armed 12 atas prestasi dan keberhasilan sepanjang penugasannya di wilayah Maluku. Tercatat sudah sebanyak 122 pucuk senapan baik organik maupun rakitan yang berhasil diamankan oleh Satgas Yon Armed, serta mampu membantu aparat setempat dalam mengatasi konflik yang terjadi di wilayah penugasannya. Pangdivif 2 Kostrad berharap sisa penugasan yang kurang lebih 2,5 bulan lagi dapat berakhir dengan prestasi yang membanggakan seperti yang telah ditorehkan Satgas Yonarmed 12/Kostrad selama ini.

 

Sumber :Kapen Kostrad, Letnan Kolonel Inf Agus Bhakti, S.I.P.

Wakasad Tinjau Bataliyon Armed Kostrad dan Batalyon Arkandri 2 Kostrad

Bidikfakta.com - Jakarta, (Penkostrad. Senin, 26 September 2016). Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Moh. Erwin Safitri beserta rombongan melaksanakan kunjungan kerja ke satuan jajaran Divisi Infanteri 2 Kostrad.

Wakasad yang didampingi Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Brigjen TNI Benny Susianto, berkesempatan meninjau 2 satuan Divisi Infanteri 2 Kostrad, diantaranya Batalyon Armed 1 Kostrad dan Batalyon Arhanudri 2/2 Kostrad. Hal ini merupakan kebanggaan sekaligus kehormatan bagi satuan yang dikunjungi.

Kegiatan kunjungan kerja ini merupakan wujud tanggung jawab dan perhatian pimpinan TNI AD terhadap pembinaan satuan yang berkaitan denganpembangunan dan rehab rumah dinas. Peninjauan dilaksanakan guna melihat dari dekat kemajuan pembangunan rumah dinas yang dibangun oleh TNI AD untuk kebutuhan prajurit. Wakasad juga menerima paparan tentang mekanisme pembangunan dan rehab rumah dinas oleh mitra TNI AD.

Dalam arahannya, Wakasad menyampaikan bahwa ada dua poin yang menjadi kewajiban seorang komandan, yaitu menyiapkan satuan untuk siap tempur dan meningkatkan kesejahteraan prajurit.

Pada poin pertama, saat ini Pimpinan TNI AD telah berusaha untuk meningkatkan kemampuan Alutsista dengan pembelian persenjataan yang modern, dan canggih. Di poin kedua, Pimpinan TNI AD telah mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk pembangunan rumah tinggal bagi prajurit dan PNS TNI AD, selain juga meningkatkan gaji prajurit yang cukup memadai.

Dengan upaya yang dilakukan oleh Pimpinan TNI AD ini, Wakasad menekankan agar para prajurit jangan berusaha untuk berbuat pelanggaran yang dapat merusak nama baik pribadi, keluarga, dan satuannya.

 

Sumber : Kapen Kostrad, Letnan Kolonel Inf Agus Bhakti, S.I.P.

Siswa Baru Keluhkan Pungutan Seragam Sekolah

Ditulis oleh : redaksi bidikfakta pada Senin, 26 September 2016 | 12.42

Pasuruan,bidikfakta.com--Para walimurid kecamatan Puspo keluhkan biyaya pembelian seragam sekolah di SMP Negeri 1 Puspo Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan. Beberapa wali murid setempat keluhkan biyaya yang harus dikeluarkan sangat besar. Yaitu hingga Rp. 596 ribu- 565 ribu. Setidakya walimurid mengeluarkan biyaya pembelian seragam ini.

Dari ketiga wali murid yang masing-masing ber inisial, ba, rp, dan ha, dan masih banyak yang lainya.
Dari kesemuanya adalah siswa baru dari SMPN 1Puspo. Mengenai seragam sekolah ini sangat memberatkan, seragam yang mereka beli, bukan seragam yang sudah jadi melainkan masih bahan.

Artinya, biyaya yang dikeluarkan hanya untuk membayar kain atau bahan seragam selanjutnya wali murid harus menjahitnya swndiri. Jenis seregamnya ada tiga setel. Sementara pembayaranya harus sudah lunas dua bulan dari sejak bahan kain dibagikan, artinya, kain seragam harus segera dilunasinya.

Siswa sebelum mendapat seragam itu, mereka memakai seragam SD.
Pihak sekolah ketika dikonfirmasi, menerutnya tidak menjual seragam sekolah. Bahkan pihak sekolah, menyatakan tidak wajibkan siswa, membeli di sekolah. Seragam disediakan oleh pihak koperasi, bukan oleh pihak sekolah.

Pengakuan dari pihak sekolah, " kita selalu membantu siswa yang tidak mampu, bahkan kita patungan untuk membelikan seragam siswa yang tidak mampu, seharusnya para walimurid jika ada keluhan, seharusnya datang kepada pihak sekolah," pungkasnya. (Yw)

Merasa Haknya Tidak Dipenuhi, Rasnah M. Mengadukan Kasusnya Ke Media

Bidikfakta.com - Jakarta, Senin 26 September 2016. Siang ini bertempat di gedung Dewan Pers lantai 5 tepatnya dikantor Media Nasional Sorot Keadilan, Rasnah Binti M. Saleh, mengadukan kasusnya kepada Media Sorot Keadilan, karena Merasa haknya sebagai klien tidak dipenuhi secara profesional oleh pengacaranya, agar ditindaklanjuti secara hukum dan diberitakan agar publik dapat mengetahui etika pengacara Zulfansar Badaruddin, SH dan rekan yang menurutnya melanggar kode etik pengacara.

Dalam konferensi pers-nya, Pengacara Rasnah Binti M. Saleh yang baru, Alimudin SH mengatakan "Sesuai kesepakatan Law Firm  in casu Zulfansar Badaruddin, SH dan rekan dengan Rasnah binti M. Saleh dalam perkara pidana No. 149/Pid.Sus/2015/PN.BPP adalah Rp. 500.000.000,- (Lima Ratus Juta Rupiah) untuk dapat meringankan putusan pengadilan serta mengeluarkan barang bukti berupa 2 unit rumah di BDS dan Perumahan Regency karena kedua unit rumah tersebut bukan dibeli dari hasil bisnis narkoba, asset tersebut merupakan usaha Rasnah dari kerja sama bisnis koperasi peminjaman uang bersama Amur ",Ucapnya di kantor media Sorot Keadilan tadi siang.

" selama memberikan bantuan hukum kepada Rasnah, Zulfansar Badaruddin,SH. dinilai tidak maksimal dan tidak profesional, karena hanya ikut tiga kali sidang dan tidak membuat Pledoi (pembelaan) untuk meringankan putusan sidang bagi terdakwa", ujar Alimudin, SH.

"Karena tidak sesuai dengan kesepakatan Law Firm in casu seperti tersebut diatas, dengan tetap dirampasnya 2 unit rumah milik Rasnah sebagai rampasan negara seperti dalam Putusan Majelis Hakim Pengadilan Balikpapan Nomor : 149/Pid.Sus/2015/PN Bpp tanggal 30 Maret 2015. Kami Alimudin, SH pengacara Rasnah binti M. Saleh akan melaporkan kasus ini ke PERADI, dan apabila tidak ada niat baik dari Zulfansar Badaruddin, SH maka akan dibawa ke ranah hukum", tegas Alimudin SH, Pengacara Rasnah yang baru ini di hadapan para awak media.

Sementara itu pada kesempatan yang sama,  Zaenal Mappirewa, S.Kom  selaku pendiri media nasional Sorot Keadilan mengatakan " Sangat disayangkan perilaku oknum lawyer seperti yang disampaikan oleh Pak Alimudin SH, profesionalitas seorang pengacara dipertaruhkan disitu dan Pledoi untuk terdakwa tidak dibuat, dan tidak terlihat juga upaya untuk menyelamatkan aset Rasnah sebagai kliennya, yaitu berupa dua unit rumah yang tidak ada hubungannya dengan bisnis narkoba tetapi ikut disita oleh negara, dan oknum pengacara seperti ini akan menodai profesi luhur Advokat di negeri ini dan Saya berharap ada tindakan dari PERADI atas perilaku oknum pengacara yang seperti ini", pungkasnya.

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM