Berita terkini :

AKSI BELA ISLAM III-212: PENAGAKAN HUKUM RI SEDANG DIUJI RAKYATNYA SENDIRI

Ditulis oleh : redaksi bidikfakta pada Kamis, 08 Desember 2016 | 23.20

Jakarta, Bidikfakta.com--Pada aksi bela Islam jilid III yang semula akan digelar pada tanggal 25 Nopember 2016 sempat tertunda lalu rencana akan digelar pada tanggal 2 Desember 2016 dengan istilah  AKSI BELA ISLAM SUPER DAMAI 212.
Ketua FPI Habib Rizieq Shihab mengatakan  bahwa aksi  hanya dilakukan dengan,
~Duduk manis.
~ Berdoa,
~ Berdzikir,
~ Istiqhosah,
~ Sholat jumat.
~ Selesai.

Gelar aksi tersebut dimulai pada jam 8 pagi sampai dengan jam 13 siang.
Berdasarkan hasil kesepakatan GNPF MUI dengan pemerintah, lokasi acara itu sepakat di areal MONAS dan sekitarnya,.dan pihak kepolisian akan menyiapkan segala keperluan sholat seperti, Sound system, air untuk wudhu, toilet dan lain lainnya. Selain itu juga pimpinan aksi bekerja sama dengan pemerintah sepakat untuk menempatkan Satgas GNPF MUI yang berseragam putih bersama TNI, POLRI  untuk ditempatkan disetiap perempatan jalan Thamrin Sudirman yang tugasnya memonitor dan mengarahkan peserta/jamaah ke MONAS dan sekitarnya.

Dengan dihadiri sekitar  7juta lebih peserta doa bersama dari berbagai daerah sejabodetabek, Lampung, Aceh, Minang, Kalimantan, Sulawesi, Jawa barat, Banten, Jawa tengah, Jawa timur, Madura, Bali dan daerah lainnya. Banyak makanan dan minuman yang disediakan oleh pengurus masjid bahkan masyarakat yang berlomba lomba untuk menyumbangkan keperluan aksi tsb.

Cuaca pagi itu sangat mendukung sampai pukul  11.30 siang seakan tidak nampak matahari, mendungpun menyelimuti langit hingga acara berlangsung sangat sejuk tanpa ada hawa panas yang dirasakan.
Dalam keadaan darurat saat stock air sudah habis,maka air kemasan dijadikan air wudhu. Adapula yg belum atau batal wudhu, ketika itu ALLAH turunkan hujan untuk menyapu tubuh mereka sebagai wudhu.

Peristiwa ini merupakan sejarah sholat jumat terbesar dan terbanyak sedunia, bahkan bersatunya umat muslim Indonesia menjadi pusat perhatian dunia.
Sepertinya aksi seperti ini lebih efektif dari pada teriak teriak dijalan apalagi bentrok dengan aparat walaupun hujan sempat membasahi sekujur tubuh para peserta doa dan sholat jumat bersama.

Masalah hukum ahok telah diproses oleh Polri sesuai janji Kapolri Jendral Tito Karnavian, sebelas hari berkasnya sudah siap untuk diadakan sidang secara terbuka di Pengadilan Jakarta Utara  dengan menyiapkan ruang yang cukup besar yang dipersiapkan untuk masyarakat yang ingin menyaksikan jalannya persidangan secara terbuka nanti.

Rencana persidangan awal akan digelar tanggal 13 Desember 2016 di Pengadilan Jakarta utara. Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani perkara penistaan agama Ahok adalah  IREINER R. KORENGKENG SE,SH,MA. Beliau adalah seorang jaksa yang beragama Nasrani.

Umat Islam yang melakukan aksi 212 tentu berharap majelis hakim dapat menegakkan keadilan sesuai yang diharapkan, dimana selama ini aksi aksi bela Islam jilid I–III telah diperjuangkan. Menurut beberapa sumber, para hakim yang telah dipersiapkan dalam gelar persidangan nanti adalah: H. DWIARSO NS, JUPRIYADI, ABDUL ROSYAD, I WAYAN WIRJANA, YOSEPH V. ROHANTOKNAM.

Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof. Mahfud Md mengatakan: "semua kasus penistaan agama selama ini tidak pernah lolos dan semua masuk penjara", demikian komentarnya.
Kadang masyarakat sudah apriori dengan masalah penegakkan hukum di negara ini mengingat  siapa orang dibelakang Ahok, Presiden Jokowi pernah menjadi atasannya dan Megawati dengan PDIP nya partai yang mengusungnya, apalagi jika JPU tidak sungguh sungguh serius menyusun dakwaan dan menghadirkan alat bukti, apakah ada kemungkinan ahok akan dibebaskan demi hukum oleh putusan hakim.

Gelar perkara persidangan mantan Gubernur DKI memerlukan waktu yang cukup  panjang sampai Hakim memutuskan hukumannya apakah dia dipenjara atau bebas. Apakah umat Islam terutama Habib Riziek Shihab dengan GNPF MUI nya yang diketuai oleh Ust. Bachtiar Nasir menerima hasil keputusan hakim jika putusan itu tdk sesuai yang diharapkan. Saat inilah supremasi hukum republik ini sedang diuji oleh rakyatnya sendiri.

Ichwan Lazuardi & tim redaksi.

Dua Hari, Ribuan Miras Diamankan Polres Brebes

Ditulis oleh : redaksi bidikfakta pada Rabu, 07 Desember 2016 | 22.39

Brebes, Bidikfakta.com – Dalam kurun waktu dua hari, sedikitnya 1.611 botol minuman keras (miras) dan enam drigen yang berisi 210 liter berhasil diamankan Polres Brebes. Ribuan Miras ini diamankan dalam razia kepolisian terhadap penjaual (pedagang) diwilayah Kabupaten Brebes. Berbagai jenis miras ini dimankan dalam rangka Cipta kondisi menjelang Natal 2016 dan Tahun Baru 2017.

Berbagai merk Miras disita dalam razia ini. Diantaranya adalah AOB, AOK, Beer Angker, Whisky, Brankal (CIU), Beer Shout, Guinnes, Anggur Merah, Topi Miring, Beer Prost dan Anggur Ketan Merah yang berhasil didapat dari berbagai tempat pedagang diwilayah Pantura Brebes dan Tengah.

Hal ini seperti yang diungkapkan Kapolres Brebes  AKBP Luthfie Sulistiawan saat melakukan ekspos hasil operasi di Mapolres Brebes, Rabu (7/12) sore.

"Ribuan miras yang kita razia ini baru langkah awal kita dalam mengamankan lingkungan di Kabupaten Brebes, menjelang Natal dan pergantian tahun," ungkapnya kepada para awak media.

Disampaikan Kapolres, operasi tersebut tidak lain untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman menjelang akhir tahun. Karenanya, dia meminta kepada seluruh jajarannya untuk rutin dalam melakukan operasi di wilayah tugasnya masing-masing. "Oleh karena itu, sebagai antisiapsi minuman keras yang beredar di lingkungan masyarakat luas, kami akan mengerahkan seluruh anggota untuk melakukan razia," imbuh Kapolres yang didampingi Wakapolres dan anggota.

Dari hasil razia, pihaknya juga telah menyidangkan sedikitnya 54 pedagang yang dikenakan sidang Tipiring (Tindak Pidana Ringan).

Menurutnya, operasi miras ini sebagai antisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Terlebih, miras menjadi salah satu faktor utama terjadinya kerusuhan. Karena itu, dia mengimbau kepada masyarakat untuk melaporkan jika ada di lingkungan mereka yang menjual miras.

"Silahkan lapor kepada pihak kepolisian. Masyarakat tidak usah ragu untuk melaporkannya jika ada di lingkungan mereka ada orang yang menjual miras," terangnya.

Ditambahkan oleh Kapolres bahwa, pihaknya telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran  untuk melaksanakan Operasi Cipta Kondisi menjelang akhir tahun. Menurutnya, kegiatan razia tidak hanya dengan sasaran Miras saja, termasuk penyakit masayarakat, narkoba dan tindak kejahatan lainnya juga menjadai sasaran razia guna menciptakan situasi yang kondusif di wilayah Kabupaten Brebes. (Hms/Olam)

Uji Siap Tempur Tingkat Kompi Denpal Divif 2 Kostrad

Bidikfakta.com - Jakarta, ( Penkostrad. Selasa, 6 Desember 2016). Prajurit Denpal Divif 2 Kostrad melaksanakan latihan Uji Siap Tempur (UST) Tingkat Kompi yang terintegrasi dengan Batalyon Kavaleri 8 dan Batalyon Kesehatan Divif 2 Kostrad. Latihan Uji Siap Tempur Tingkat Kompi Denpal Divif 2 Kostrad bertempat di Daerah Latihan Karangkates dan Kalipare Kabupaten Malang.

 

UST dimulai dari tanggal 28 Nopember 2016 s.d. 01 Desember 2016. Pada latihan ini terdapat beberapa materi latihan yang akan dilihat dan dinilai sesuai dengan Check List  yang dibagikan kepada tiap penilai, sehingga dapat diakumulasikan dalam bentuk angka untuk mendapatkan hasil finalterhadap penguasaan materi latihan di setiap kompi, selain itu juga dapat terpantau tingkat pembinaan personil dikaitkan masalah keahlian sesuai komoditi dalam menangani suatu permasalahan materi Peralatan dalam hubungan Kompi.

 

Materi latihan yang dilaksanakan meliputi komoditi Peralatan dikombinasikan dengan gerakan perorangan sehingga dapat tercipta kolaborasi latihan yang selaras dan terpadu, dengan pengertian selain mengasah kemampuan Kecabangan Peralatan juga kemampuan Militer Umum.

 

Materi latihan Peralatan meliputi komoditi Kendaraan yang menitik beratkan pada penanganan dan penggantian suku cadang, sistem pengereman, kelistrikan yang rusak, mengatasi rantai Tank yang putus,  perbaikan kendaraan . Sedang komoditi senjata fokusnya terhadap perbaikan jenis senjata GPMG Mag 58 dan perbaikan SMB.

 

Materi Munisi berkonsentrasi pada permasalahan perhitungan dan pendistribusian bekal pada saat serangan maupun bertahan disertai penguasaan administrasi pendukungnya serta yang terpenting adalah lay out dari Bunmulap (Penimbunan Munisi Lapangan ), apakah sudah sesuai dengan syarat yang ditentukan dan perlengkapan didalamnya, pelaksanaan penghancuran munisi serta komoditi Teknologi Mekanik mengatasi permasalahan jembatan.

 

Latihan UST Tingkat Kompi Denpal Divif 2 Kostrad merupakan latihan puncak yang dilaksanakan oleh satuan pada tahun 2016, dengan berbagai evaluasi yang diharapkan mampu memberikan nuansa pembaharuan yang lebih baik, sebagai acuan untuk meningkatkan kemampuan di bidang Peralatan maupun Militer Umum di latihan berikutnya, dengan belajar dan berlatih dengan ikhlas serta penuh rasa tanggung jawab, demi kemajuan satuan.

 

Autentikasi :

Kapen Kostrad, Letnan Kolonel Inf Agus Bhakti, S.I.P.

Aksi Prajurit Di Atas Langit

Bidikfakta.com - Jakarta, ( Penkostrad. Rabu, 7 Desember 2016). Dari ketinggian antara 25.000 s/d 35.000 kaki sebanyak 300 anggota Yonif Para Raider 328/Dirgahayu Kostrad diterjunkan dari pesawat Hercules di daerah Dawuan, Karawang Jawa Barat. Rabu (7/12).

Penerjunan tersebut dilaksanakan dalam rangka kegiatan latihan Terjun Taktis (Juntis) TA. 2016  dan dipimpin langsung oleh Danyonif Para Raider 328 Kostrad Letkol Inf Bagus Budi Andrianto S.E, M.Si.

Penerjunan yang dibagi menjadi empat Sortie dan di berangkatkan dari lapangan udara Halim Perdana Kusuma tersebut bertujuan agar prajurit Yonif Para Raider 328 /Dirgahayu Kostrad selalu siap apabila sewaktu-waktu ditugaskan di garis depan.

Latihan merupakan suatu kebutuhan yang mendasar bagi setiap prajurit, agar kemampuan dan keterampilan yang dimiliki prajurit selalu terpelihara dan dapat ditingkatkan, sehingga harapan untuk memiliki prajurit yang profesional dapat terwujud.

Dengan adanya latihan terjun ini tentunya dapat meningkatkan kesiapsiagaan satuan Para Raider demi mengantisipasi setiap ancaman yang mungkin timbul. Bilamana sewaktu-waktu Negara membutuhkan pengerahan pasukan ini, maka satuan Para Raider, khususnya Brigif Yonif Para Raider 328 /Dirgahayu Kostrad  siap untuk digerakkan.

Autentikasi :

Kapen Kostrad, Letnan Kolonel Inf Agus Bhakti, S.I.P.

Hati Riang Kotoran Terbuang

Bidikfakta.com - Jakarta, (Penkostrad. Rabu, 7 Desember 2016). Seperti yang kita ketahui saat ini di daerah perbatasan khususnya di kampung-kampung terpencil masih sangat minim sarana jamban. Akibatnya kebiasaan atau pola hidup membuang air besar yang tidak pada tempatnya sudah menjadi kebiasaan bagi masyarakat setempat. Kebiasaan seperti ini sangat tidak baik dan dapat membawa dampak buruk bagi lingkungan maupun kesehatan masyarakat itu sendiri.

 

Dengan diadakannya program jambanisasi yang dilaksanakan oleh satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 413/Bremoro Kostrad diharapkan dapat memberikan perubahan pola hidup sehat masyarakat, khususnya di daerah perbatasan Kab. Boven Digoel.

 

Program jambanisasi ini tidak dipusatkan hanya di satu titik saja, tetapi pembuatan jamban ini di bagi di 3 (tiga) Distrik yang ada, antara lain Distrik Mindiptana, Waropko dan Kombut. Total ada 12 jamban yang dibangun, saat ini baru 10 jamban telah selesai di bangun dan sisanya dalam proses pembuatan.

 

"Diharapkan dengan dibangunnya fasilitas jamban ini, masyarakat jadi lebih peduli dengan kesehatan dan lingkungan serta masyarakat harus dapat menjaga dan merawat jamban yang telah dibuat." Ujar Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 413 Kostrad Mayor Inf Arif Munawar

 

Pembuatan jamban di kampung-kampung mendapatkan tanggapan yang positif dari masyarakat dan Pemerintah setempat. Dengan dibangunnya jamban ini masyarakat dapat membuang air besar pada tempatnya. 

 

Program karya bakti TNI memang telah diprogramkan oleh MABES TNI khususnya di daerah terpencil dan perbatasan guna membantu meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat perbatasan.

 

Autentikasi :

Kapen Kostrad, Letnan Kolonel Inf Agus Bhakti, S.I.P.

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM