Berita terkini :

Kodam XII/Tpr Mulai Buka Jalan Daerah Terisolir Desa Bagan Asam

Ditulis oleh : redaksi bidikfakta pada Selasa, 16 Oktober 2018 | 07.10

Bidikfakta.com- Sanggau – Berpuluh-puluh tahun terisolir masyarakat Desa Bagan Asam, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau kini patut berbangga hati. Kodam XII/Tanjungpura, telah merealisasikan harapan mereka untuk turut serta menikmati pembangunan sama dengan wilayah yang lainnya. 

Hari ini Senin (15/10/2018) Kodam XII/Tpr telah memulai pengerjaan pembukaan jalan sepanjang 19,8 Km yang dalam pengerjaannya dilaksanakan oleh Batalyon Zeni Tempur 6/Satya Digdaya. 

Diungkapkan Kapendam XII/Tpr Kolonel Inf Aulia Dalimunte, usai ditinjau Pangdam XII/Tpr, Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi beberapa waktu yang lalu, hanya hitungan hari Kodam XII/Tpr, telah merealisasikan pembuatan jalan yang selama ini menjadi harapan masyarakat Desa Bagan Asam, Kabupaten Sanggau. 

"Ini merupakan salah satu wujud kepedulian TNI khususnya Kodam XII/Tpr, terhadap masyarakat Kalimantan Barat, terutama yang tinggal di daerah terisolir," ujar Kapendam.

Dikatakan Kapendam XII/Tpr, pembuatan jalan yang dilaksanakan oleh Kodam XII/Tpr, dimulai dari Dusun Mungkup Cabe, Desa Teraju sampai ke Desa Bagan Asam pada hari ini sudah mencapai satu kilo meter. Pembukaan Jalan sepanjang 19,8 Km, bertujuan untuk memudahkan warga Desa Bagan Asam dalam mendapatkan akses menuju ke Kota Kecamatan, Kota Kabupaten bahkan Ibukota Provinsi.

Dengan program karya bakti yang direalisasikan oleh Pangdam XII/Tpr, Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi,  diharapkan masyarakat Desa Bagan Asam tidak perlu lagi menyeberangi sungai dan mengeluaran biaya yang tinggi serta tidak menghabiskan banyak waktu untuk sampai ke ibukota Kecamatan. 

Dengan percepatan pembangunan di Desa Bagan Asam,  diharapakan dapat segera terwujud kesetaraan  dengan desa-desa di daerah lainnya.

Daerah Jalasenastri Armada I Adakan Pelatihan Membatik Ecoprint

Bidikfakta.com- Jakarta, 16 Oktober 2018,-- Daerah Jalasenastri Armada I Gelar Pelatihan Membatik Ecoprint diikuti Anggota Jalasenastri DJA I, Perwakilan Kowal dan PNS Koarmada I bertempat di Gedung Wiratno Mako Koarmada I Jakarta Pusat, Selasa (16/10).

Ecoprint merupakan teknik cetak yang menggunakan pewarna alami. Teknik sederhana yang tidak melibatkan mesin atau cairan kimia. Teknik ini diaplikasilan pada bahan berserat alami seperti kain kanvas atau katun yang mampu menyerap warna dengan baik. Pencetakan yang ramah lingkungan ini dilakukan dengan menyerap pigmen dari tumbuhan untuk membuat warna yang menarik. Pewarnaan ini dilakukan dengan menimbulkan warna tertentu pada serat selulosa (kapas, linen) atau protein (sutra, wol) tanpa mewarnai benang secara merata.
Dalam sambutannya Ketua Daerah Jalasenastri Armada I Ny. Vero Yudo Margono menyampaikan bahwa acara pelatihan ini adalah kelanjutan dan acara membatik Shibori yang dilaksanakan tanggal 9 Oktober 2018 yang lalu dan meneruskan arahan dari Ibu Ketua Umum Jalasenastri pada saat pelatihan membatik Shibori dan Ecoprint yang dilaksanakan Pengurus Pusat Jalasenastri pada tanggal 12 dan 13 September yang lalu, yang tujuannya untuk meningkatkan kreatifitas Anggota Jalasenastri dan untuk memberikan pelatihan keterampilan yang salah satunya adalah membatik Ecoprint. Hasil yang diharapkan agar Anggota Jalasenastri, Kowal dan PNS Koarmada I bisa membuat dan memproduksi Kain Batik Ecoprint sehingga mendapatkan bekal ilmu dan juga dapat menambah penghasilan keluarga.

Pelatihan Membatik Ecoprint ini dipandu oleh Ny. Basuki Tri Usodo dan Ny. Nendi Yuswandi sebagai perwakilan Membatik Ecoprint yang dilaksanakan Pengurus Pusat Jalasenastri. Dalam pelatihan ini dijelaskan proses pembuatan Ecoprint oleh pemandu dimana proses dimulai dengan pengolahan kain atau mordanting. Sebelum dibatik, kain direndam terlebih dulu dengan menggunakan air campuran tawas selama satu jam. Cara ini dilakukan untuk mempertahankan warna dasar kain, dan membuka pori-pori kain agar gambar dapat tercetak. Dilanjutkan dengan pengeringan di bawah sinar matahari.

Selanjutnya dapat dilakukan proses pencetakan. Kain dibagi menjadi dua sisi simetris, satu sisi menjadi alas, dan sisi yang lain berfungsi seperti kaca. Daun yang dipilih harus yang muda, agar bisa mengeluarkan warna. Daun ditata sedemikian rupa disatu sisi kain, kemudian sisi yang lain dijadikan penutup. Setelah itu, kain dipukul-pukul dengan palu atau batu. Kekuatan dalam memukul harus dikontrol, agar daun tidak hancur. Kemudian, kain tersebut dilipat menjadi bagian yang lebih kecil dengan tetap mempertahankan posisi daun agar tidak bergeser. Kain yang sudah terlipat, diikat kencang dengan tali kenur.

Tahapan selanjutnya adalah pengukusan agar warna daun keluar. Lipatan kain tersebut dikukus selama setengah hingga satu jam pada suhu 100 derajat celcius. Setelah proses pengukusan tersebut, batik sudah terlihat tercetak di kain. Kain dibersihkan dari sisa daun yang menempel. Tahap terakhir yakni fiksasi. Proses fiksasi dilakukan dengan merendam kain yang sudah dibatik dengan air campuran tawas. Proses ini berguna untuk mengikat motif dan warna yang sudah tercetak di atas kain. Setelah satu jam perendaman, kain batik ecoprint dapat dijemur dibawah terik matahari.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua Daerah Jalasenastri Armada I, Ketua Cabang 1 sampai dengan Cabang 11 DJA I, Pengurus Daerah Jalasenastri Armada I, Perwakilan Kowal dan PNS Koarmada I, dan Pabinhar Pengurus Daerah Jalasenastri Armada I.

Lanal Dumai Beri Penghargaan 2 Nelayan Panipahan Atas Penemuan Senjata Di Perairan Tanjung Bangsi

Bidikfakta.com- Jakarta, 16 Oktober 2018,-- Dua Nelayan Panipahan menerima penghargaan dari Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Dumai atas laporan penemuan 1 (satu pucuk) senjata laras panjang jenis M16 tanpa magazen dengan nomor senjata 0000575 saat mereka mencari ikan disekitar Perairan Tanjung Bangsi, Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara, Selasa (9/10).

Kronologis penemuan senjata tersebut berawal pada Senin 9 Oktober pukul 11.00 WIB saat kedua nelayan tersebut melakukan pencarian ikan dengan menggunakan alat tangkap jaring disekitar Perairan Tanjung Bangsi pada koordinat 2° 44' 19" N - 100° 13' 40" E. Saat jaring diangkat, nelayan tersebut melihat ada benda aneh mirip senjata yang tersangkut dijaring miliknya. 

Setelah mengecek lebih jelas dan menyakini bahwa benda tersebut adalah senjata, maka barang temuan senjata diserahkan ke Pihak Angkatan Laut dalam hal ini diterima Pos Angkatan Laut (Posal) Panipahan. Selanjutnya Danposal Panipahan berkoordinasi dengan Danposramil Panipahan diteruskan ke Kodim Rohil, Koramil Kubu dan Posramil Panipahan. Mereka menyatakan tidak pernah kehilangan senjata laras panjang jenis M16 seperti yang ditemukan. Demikian juga hasil koordinasi dengan pihak Polsek Panipahan bahwa senjata laras panjang jenis M16 bukan senjata organik milik Kepolisian RI. 

Senjata M16 temuan tersebut akhirnya dibawa ke Mako Lanal Dumai untuk dilaksanakan pengecekan dan pemeriksaan lebih lanjut. Hasilnya dinyatakan bahwa senjata tersebut bukan milik TNI AL.

Komandan Lanal Dumai Kolonel Laut (E) Yose Aldino yang mendapat laporan dari Danposal Panipahan memerintahkan untuk membawa dua orang nelayan yang telah menemukan senjata tersebut ke Mako Lanal Dumai. Atas perintah Panglima Koarmada 1 kedua nelayan tersebut diberikan penghargaan. Acara penyerahan penghargaan yang diberikan kepada dua orang nelayan Panipahan Sdr. Afrizal dan Sdr. Misdi dilaksanakan bersamaan dengan dilaksanakannya acara Ramah Tamah Kenaikan Pangkat Prajurit Lanal Dumai Periode 1 Oktober 2018 di Gedung Wijaya Kusuma Mako Lanal Dumai pada hari Senin (15/10).

Danlanal Dumai menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Sdr. Afrizal dan Sdr. Misdi, "Ini merupakan salah satu indikator masih tingginya kepercayaan masyarakat terhadap TNI AL. Coba dibayangkan apabila senjata tersebut jatuh ketangan orang yang salah, kemungkinan besar senjata tersebut bisa disalahgunakan. Untuk itu Lanal Dumai akan selalu senantiasa meningkatkan hubungan komunikasi yang baik kepada masyarakat, khususnya yang terkait dibidang keamanan laut dan kesejahteraan masyarakat pesisir", ujar Danlanal.

Satgas Kostrad, Bangun Karakter Generasi Muda di Perbatasan Lewat Latihan Pramuka

Bidikfakta.com- Kegiatan kepramukaan bagi siswa-siswi di wilayah perbatasan Papua diberikan sebagai salah satu upaya pembinaan pendidikan bela negara dalam membentuk kader generasi muda yang berkarakter. Melalui kegiatan ini lahir suatu sikap kstaria dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa guna menjaga Keutuhan NKRI.

Hal inilah yang dilakukan Satgas Yonif Para Raider 501/Kostrad Pos Pitewi, disamping tugas pokoknya menjaga kedaulatan negara juga mengenalkan dan mengajarkan ilmu tentang kepramukaan kepada siswa-siwi SMPN 7 Yetti, di Kampung Pitewi, Distrik Arso Timur, Kab. Keerom, beberapa waktu lalu. 

Dansatgas Yonif PR 501/Kostrad Letkol Inf Eko Antoni Chandra mengatakan, pramuka bertujuan untuk membentuk kepribadian, menanamkan semangat kebangsaan dan cinta tanah air, serta untuk meningkatkan ketrampilan para Pemuda. "Ketika sudah dewasa, mereka siap menjadi masyarakat yang bermanfaat dan bisa menjadi calon pemimpin bangsa yang handal,"ujarnya.

Dansatgas menyampaikan, dalam latihan ini Satgas 501/Kostrad mengajarkan bagaimana cara membuat tiang bendera menggunakan tongkat dan tali pramuka, dengan membuat pancangan kaki berbentuk segitiga sebagai kuda kuda dari tiang bendera. Kemudian menyambungkan 2 buah tongkat dengan menggunakan simpul tertentu sebagai tiang bendera. 

"Setelah tiang dan kuda kuda terbentuk, langkah selanjutnya adalah menggabungkan antara tiang dan kuda kuda  tersebut sehingga menbentuk sebuah tiang bendera yang dapat berdiri dengan kokoh,"jelasnya.

"Sebelumnya anggota Satgas mencontohkan cara membuat tiang bendera, dan membagi masing masing kelompok yang terdiri dari 5 sampai dengan 7 orang siswa untuk mempraktekan apa yang telah diajarkan. Personel Satgas berkeliling ke tiap-tiap kelompok untuk memantau hasil pekerjaan sambil membimbing apabila mereka belum paham,"terang Eko.

Lebih lanjut disampaikan, agar suasana makin hidup dan semangat, personel Satgas memberi waktu 30 menit untuk melombakan cara membuat tiang bendera dan bagi kelompok yang kalah mendapat hukuman menggendong kelompok yang menang.

"Dengan metode seperti ini, apa yang kita sampaikan dengan mudah mereka serap, sehingga mereka pun makin termotivasi untuk saling bekerjasama mencapai suatu tujuan yang diinginkan,"harapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 7 Yetti, Sudiyono, S.Pd mengungkapkan, metode yang diajarkan anggota Satgas dalam melatih dan membina siswa di bidang kepramukaan sangat membantu mereka dalam hal kebersamaan.

"Kegiatan pramuka ini makin melengkapi pendidikan formal di sekolah untuk mencapai keberhasilan dalam pembentukan karakter kaum muda sebagai calon pemimpin bangsa yang andal di masa yang akan datang," imbuhnya.

Sudiyono berharap, kegiatan seperti ini terus dilakukan prajurit TNI di perbatasan agar anak-anak makin semangat bersekolah untuk menimba ilmu, sekaligus pembelajaran bagi mereka untuk melatih kekompakan. "Dengan adanya Bapak-bapak TNI ini, kami para guru juga sangat terbantu dalam mendidik para siswa menggali potensi mereka,"tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan Carlos Kekri, salah seorang siswa kelas VIII SMPN Yetti. Dirinya pun senang diajarkan ilmu tentang cara membuat tiang bendera menggunakan tongkat pramuka, bahkan Ia berencana akan membuat tiang bendera di rumahnya sendiri untuk diperlihatkan kepada kedua orang tuanya.

"Ilmu dan pengalaman yang berharga ini, akan saya ditularkan kepada teman-teman yang lainnya agar mereka juga dapat melakukannya sehingga akan lebih terasa manfaatnya,"pungkasnya.

Dandim 0911/Nnk Tegaskan Jiwa Nasionalisme Di Perbatasan RI - Malaysia Masih Tinggi

Dandim 0911/Nnk Tegaskan Jiwa Nasionalisme Di Perbatasan RI - Malaysia Masih Tinggi


Focus Group Discussion (FGD) yang digelar oleh Kemhan RI di lantai 3 ruang Sekda Kab. Nunukan pagi tadi pukul 09.00 wita (16/10) berlangsung dengan serius. Focus Group Discusion (FGD) kali ini membahas tentang Strategi Peningkatan Akses Media Massa di Wilayah Perbatasan Guna Memperkokoh Nasionalisme

Turut hadir dalam kegiatan meliputi Komandan Kodim 0911/Nnk Letkol Czi Abdillah Arif, S.I.P, Palaksa Lanal Nunukan Mayor Laut (P) Mustofa, Wadan Satgas Pamtas Yonif Raider 613/Rja Kapten Inf Fadliansyah Kabagops, Polres Kompol Kenedy Sinaga, Kakesbangpol Nunukan Joko Santoso, Kadiskominfotik Nunukan Dian Kusumanto dan awak media Nunukan.

Diawali dengan pembukaan oleh protokoler pemda dilanjutkan dengan sambutan ketua Tim rombongan Kemhan RI Kolonel Kav Mushadi jabatan Kabid Doksismed Puslitbang Strahan Balitbang yang mengatakan terimakasihnya atas sambutan kepada tim Kemhan RI dari pemda dan segala unsur terkait.

Ketua Tim Balitbang Kemhan RI tidak sendiri, turut mendampingi Dr. Ernalem Bangun, M.A , Mayor Cpm Oktavianus, S.H, Napsiyati, S. E , Andika Dwi Damayanti, S. IP. M. M dan Surdi M. Lailan, S. H Hafidz, SE, MM.

Paparan Singkat oleh Ketua Pokja, Dr. Emalem Bangun, MA terkait peran media masa dan perkembangannya yang semakin maju dan bisa membawa pengaruh besar terhadap generasi muda khususnya.

Komandan Kodim 0911/Nnk Letkol Czi Abdillah Arif, S.I.P mengatakan bahwa dengan adanya agenda Focus Group Discusion(FGD) Strategi yang bertujuan menghimpun segala info tentang bagaimana meningkatkan akses media massa di Wilayah Perbatasan yang untuk memperkokoh jiwa nasionalisme.

Dandim juga memberikan masukan kepada Tim Kemhan RI bahwa "Ada 3 hal yang menurut kami penting demi menunjang Strategi Peningkatan Akses Media Massa di Wilayah Perbatasan Guna Memperkokoh Nasionalisme yakni Membangun hubungan/komunikasi sesama komunitas media, Adanya capabilitas/profesionalisme dalam jurnalistik yang bersifat membangun bukan malah provokatif dan adanya pembangunan infrastruktur yang memadai sehingga media massa dapat benar-benar dirasakan oleh seluruh warga Nunukan", tegas Dandim.

"Tidak perlu diragukan lagi bahwa rasa nasionalisme di perbatasan RI -Malaysia masih sangat kuat dan kokoh", tutup Dandim.

(Eva Andryani/Pendim 0911/Nnk)

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM